Banjir Terjang Batam

BATAM – Hujan yang mengguyur Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/7/2018) siang tadi menyisakan masalah baru bagi warga Tiban Koperasi, Kecamatan Sekupang, Batam. Puluhan rumah rusak akibat luapan lumpur yang berasal dari air bah. “Banjir ini menyebabkan 40 rumah mengalami kerusakan, di antaranya beberapa rumah mengalami rusak berat dan sebagian lagi mengalami rusak sedang hingga ringan,” kata Arman, camat Sekupang, Rabu (25/7/2018) malam tadi.

Selain merusak rumah, bencana ini juga menghancurkan harta benda milik warga, mulai dari perabotan rumah tangga hingga kendaraan. “Untuk mobil saja ada empat unit yang tertimbun lumpur, belum lagi sepeda motor. Bahkan dari kejadian tadi, jika tidak cepat diketahui warga, mungkin ada salah satu anak yang terbawa arus kencangnya banjir lumpur tersebut,” jelas Arman.

Arman mengaku sampai saat ini pihaknya masih mendata rumah-rumah yang mengalami rusak parah, sedang hingga ringan.

Namun untuk warga yang memang rumahnya tidak bisa ditempati malam ini, akan ditempatkan di tenda darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Pemkot Batam.

“Tapi ada juga yang ditempatkan di rumah tetangga yang memang tidak begitu terdampak terkena luapan banjir lumpur tersebut,” kata Arman.

Tidak saja tenda, pihaknya juga menyediakan dapur umum untuk warga korban banjir lumpur.

“Selain pendataan, saat ini proses pembersihan rumah warga sedang berlangsung. Bahkan kami menurunkan empat lori tangki yang berisihkan air bersih untuk membersihkan lumpur-lumpur di 40 rumah yang terkena dampaknya,” ujarnya.

Terkait kerugian materi, Arman memperkirakan mencapai belasan miliar.

“Angka pastinya setelah selesai pendataan, namun bisa dipastikan kerugian mencapai belasan miliar, karena hampir 80 persen barang-barang yang ada di 40 rumah yang terkena dampaknya, sama sekali tidak bisa lagi dipergunakan karena sudah terendam lumpur,” paparnya.

Resapan air

Arman mengatakan, banjir bah ini disebabkan salah satunya adalah terganggunya daerah resapan air akibat ditimbun oleh perusahaan perumahan. Arman mengaku jengkel. Sebab, pihaknya sudah berulang kali memperingatkan perusahaan yang bersangkutan, namun tetap tidak diindahkan.

“Bahkan kemarin sudah dilakukan pemanggilan di kantor Wali Kota Batam, namun perusahaan yang bersangkutan enggan menghadiri pertemuan tersebut,” jelas Arman. Baca juga: Banjir Rendam 300 Rumah Warga di Sidrap Sulsel.

Saat ini, Arman berharap ada itikad baik dari pihak perusahaan. Sebab meski perusahaan memiliki izin pemgelolahan lahan dari BP Batam, namun tetap saja tidak bisa serta merta melakukan penimbunan tanpa ada koordinasi dengan Pemkot Batam, dalam hal ini pemerintah kecmatan Sekupang. “Secepatnya pihak kecamatan bersama warga kembali melaporkan hal ini kepada Wali Kota Batam dan tembusannya ke instansi terkait agar pihak perusahaan bertanggung jawab dari apa yang mereka lakukan,” katanya.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *