SAMUDERA NEWS- Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik.
Sebagai agensi terkemuka yang telah melahirkan idola-idola global, HYBE telah menjadi sorotan dunia atas kesuksesannya yang gemilang.
Namun, pertikaian yang melibatkan HYBE dan ADOR telah menjadi topik hangat yang tak kunjung padam, memakan waktu, tenaga, dan perhatian tak terbatas.
Dalam pemberitaan terbarunya pada tanggal 14 Mei, Dispatch mengungkapkan temuan mengejutkan bahwa HYBE memiliki bukti kuat terkait rencana ADOR untuk meninggalkan perusahaan.
CEO ADOR, Min Hee Jin, dikabarkan merasa kecewa dengan perlakuan HYBE terhadap dirinya dan timnya, khususnya dalam hal manajemen grup NewJeans.
Dispatch pun tak segan merunut perjuangan Min Hee Jin dalam menjaga kelangsungan grup yang ia dirikan, sementara juga mengkritisi CEO HYBE, Park Ji Won, atas responsnya yang dianggap meremehkan.
Sementara para penggemar, yang dikenal sebagai Bunny, lebih memperhatikan emosi Min Hee Jin daripada masalah finansial yang mungkin dihadapi HYBE sehubungan dengan grup tersebut.
Dispatch juga mengklaim bahwa kontroversi ini berkaitan dengan kesalahpahaman mengenai rencana hiatus 18 bulan untuk NewJeans yang diusulkan oleh HYBE.
Lebih lanjut, Dispatch mengungkap bahwa HYBE telah mengajukan keluhan terhadap Min Hee Jin, menudingnya sebagai dalang di balik perseteruan ini.
Namun, dalam laporan Dispatch, terungkap pula penyesalan atas respons HYBE terhadap konflik tersebut, menyoroti ketidakmampuan perusahaan untuk memenangkan dukungan publik dalam mengelola krisis ini.
Bagi HYBE, meski memiliki reputasi dan keberhasilan yang besar dalam industri, opini publik tetap menjadi aspek krusial yang harus dipertimbangkan. Dan tampaknya, mereka masih kesulitan memahami dinamika situasi saat ini.***












