SAMUDERA NEWS- Konflik antara HYBE Entertainment, CRO ADOR, dan Min Hee Jin, terus memanas. Perseteruan antara induk perusahaan dan anak perusahaan terus menggeliat tanpa titik terang.
Awalnya, ketegangan antara HYBE dan ADOR dipicu oleh keinginan CEO ADOR, Min Hee Jin, untuk melepaskan diri dari jalinan kontrak dengan HYBE, agensi yang memayunginya.
Dalam situasi ini, HYBE sebagai pemegang mayoritas saham ADOR, yakni sebanyak 80%, memiliki kendali penuh terhadap anak perusahaan tersebut. Namun, Min Hee Jin, selaku CEO ADOR, hanya memiliki 20% saham yang dipegang sebagai treasury stock.
Menanggapi langkah kontroversial Min Hee Jin, HYBE segera melakukan audit internal untuk mengungkap potensi pelanggaran. Hasilnya, audit tersebut menyoroti praktik yang merugikan HYBE, di mana CRO ADOR diduga memengaruhi pelaku industri untuk menawarkan saham ADOR dengan harga yang jauh lebih rendah dari seharusnya.
Kerugian yang diderita HYBE mencapai 850 miliar won, disertai dengan dugaan bahwa Min Hee Jin telah menyebarkan informasi rahasia perusahaan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan foto pelatihan trainee, sebelum debut mereka.
Lebih lanjut, audit juga mengungkap percakapan pribadi antara Min Hee Jin dan rekan bisnisnya, Sherman. Dalam percakapan itu, Min Hee Jin terlibat dalam perencanaan untuk mengakhiri keterlibatan BTS dengan HYBE, yang merupakan kekhawatiran serius bagi perusahaan.
Tidak hanya itu, Min Hee Jin juga menuduh HYBE menjiplak konsep NewJeans dari sejumlah grup lain yang mereka kelola, termasuk BTS, meskipun BTS telah debut jauh sebelum konsep NewJeans digagas.
Dalam perkembangan terbaru, pada 2 Mei 2024, media Korea melaporkan bahwa Min Hee Jin telah mengajukan penghentian kontrak NewJeans secara pribadi kepada HYBE pada awal tahun itu, tanpa melibatkan dewan direksi ADOR.
Menurut sumber industri, Min Hee Jin telah mengirimkan revisi perjanjian pemegang saham kepada HYBE pada bulan Februari 2024, yang memuat tuntutan untuk pengembalian saham dan opsi sahamnya.
HYBE menolak tuntutan tersebut, menyebutnya berlebihan, dan menyatakan bahwa hal ini hanya akan memperumit situasi, terutama terkait rencana Min Hee Jin untuk mengeluarkan gadis-gadis NewJeans dari perusahaan tanpa izin manajemen HYBE.
Hasil audit menyimpulkan bahwa rencana Min Hee Jin adalah melaksanakan opsi jual saham dan meninggalkan perusahaan pada Januari 2025, sementara ADOR akan diubah menjadi entitas kosong. Plan ini akan diikuti dengan upaya akuisisi label tersebut oleh Min Hee Jin dengan harga yang dianggapnya wajar.
Dalam menjawab klaim HYBE, Min Hee Jin membantah bahwa dirinya tidak berniat mengambil alih pengelolaan perusahaan, menjadikan konflik semakin rumit dan penuh ketegangan.***












