SAMUDERA NEWS– Ko Apex, yang merupakan kekasih dari selebriti Dinar Candy, kini tengah berada di bawah pengawasan ketat polisi terkait tuduhan penggelapan. Pengusaha sukses ini diduga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen yang terjadi di jalur perairan pedalaman.
Laporan resmi atas nama Ko Apex telah dikonfirmasi oleh AKBP M. Kurus Wicaksono, Wakil Direktur Reserse Kriminal 1 Polda Jambi. Namun, Ko Apex masih memilih untuk menjaga ketat rahasia seputar peristiwa yang melibatkan namanya.
Tidak hanya Ko Apex yang bungkam, Dinar Candy juga memilih untuk tidak memberikan komentar terkait situasi ini. Namun, sorotan media sosial tiba-tiba tertuju pada aktivitas mantan istri Ko Apex, Ayu Soraya.
Netizen pun mulai mengomentari situasi ini, dengan beberapa mengolok-olok Ko Apex dengan klaim bahwa mereka adalah pemilik sah, meskipun sebenarnya hanya mengelola cabang. Seorang netizen yang dikutip oleh LOMBOK INSIDER Tiktok Purple pada Kamis (5 Februari 2024) menegaskan, “Ternyata hanya pengelola cabangnya saja.”
Perbincangan netizen semakin menghangat, dengan beberapa di antaranya mempertanyakan sumber keuangan Ko Apex dan menyindir hubungannya dengan Dinar Candy. “Berbulan-bulan di hotel, uangnya dari mana?” kata seorang netizen. “Rasanya kalau dia menjual 10 kapal, istrinya akan kembali ke Dinar,” tambah netizen lainnya.
Tidak hanya itu, netizen juga menyebutkan julukan baru untuk Ko Apex, seperti “Ko. Monyet” dan “Saku Kalepum,” yang menunjukkan gelombang kritik yang terus menerus.
Namun, sorotan juga tertuju pada Ayu Soraya, mantan istri Ko Apex, yang membagikan pesan bijak di akun Instagramnya. Pesan itu mengandung nasihat agar tidak menyakiti perasaan orang lain, dengan menekankan bahwa doa dari orang yang terluka dapat menjadi sebuah ancaman.
Sementara itu, Dinar Candy disebut-sebut sebagai anak ketiga dari pernikahan Ko Apex dan Ayu Soraya, serta terlibat dalam perselisihan dengan Ayu. Dalam responsnya, Dinar mengaku kehilangan pekerjaannya dan merasa dicemarkan nama baiknya.
Kasus ini masih terus berkembang, dengan berbagai pihak yang terlibat terus memberikan tanggapan dan komentar atas situasi yang semakin rumit ini.***












