• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, September 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home PENDIDIKAN

Uang Negara Miliaran Rupiah, LADAM Pertanyakan Transparansi Proyek Revitalisasi Dua SMK di Lampung Tengah

MeldabyMelda
28/09/2026
in PENDIDIKAN
Uang Negara Miliaran Rupiah, LADAM Pertanyakan Transparansi Proyek Revitalisasi Dua SMK di Lampung Tengah
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Pengelolaan dana Program Revitalisasi Pendidikan di dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Lampung Tengah menjadi sorotan Laskar Muda Lampung (LADAM).

Tim LADAM Laskar Muda Lampung turun ke lapangan pada Senin (28/9/2026) untuk melakukan investigasi terhadap pelaksanaan program revitalisasi yang bersumber dari APBN melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dua sekolah yang menjadi perhatian dalam investigasi tersebut adalah SMK Maarif Kalidadi yang disebut menerima dana revitalisasi lebih dari Rp600 juta dan SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo yang disebut memperoleh anggaran lebih dari Rp1,8 miliar.

BeritaLainnya

Kepsek Dipanggil Bawa Berkas Keuangan, Pangdam Ingatkan APH Jangan Tekan Sekolah

Belajar Mandiri Setiap Hari, Jeselyne Charissa Raih Juara Dancow Indonesia Cerdas

Besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah tersebut mendorong LADAM mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, progres pembangunan, hingga penggunaan dana negara di kedua sekolah.

Panglima LADAM Laskar Muda Lampung, Misrul, menegaskan bahwa investigasi tersebut bukan merupakan vonis atau upaya menghakimi pihak sekolah, melainkan bentuk pengawasan terhadap program pemerintah yang menggunakan uang rakyat.

ADVERTISEMENT

### SMK Maarif Kalidadi Disorot, Kepala Sekolah Tidak Berada di Lokasi

Dalam investigasinya, Tim LADAM mendatangi SMK Maarif Kalidadi untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan program revitalisasi yang disebut bernilai lebih dari Rp600 juta.

Namun, saat tim tiba di sekolah, Kepala SMK Maarif Kalidadi, Faiz Mubarok, disebut tidak berada di lokasi.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Komite Sekolah, Tukirin.

Ketidakhadiran kepala sekolah tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, LADAM menilai perlu adanya akses informasi yang memadai bagi masyarakat untuk mengetahui pelaksanaan program yang dibiayai APBN tersebut.

Tim juga menyoroti belum terlihatnya informasi proyek secara jelas yang dapat digunakan masyarakat untuk mengetahui sumber anggaran, nilai kegiatan, pelaksana pekerjaan, volume pembangunan, hingga target penyelesaian.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana informasi pelaksanaan program revitalisasi dapat diakses oleh publik.

LADAM mempertanyakan bagaimana masyarakat dapat melakukan pengawasan apabila informasi mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran negara tidak tersedia secara terbuka dan mudah dipahami.

Menurut tim, informasi mengenai nilai anggaran, spesifikasi pekerjaan, pelaksana, serta progres pembangunan merupakan bagian penting dalam memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik.

### SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Dokumentasi Proyek Dipersoalkan

Sorotan berikutnya mengarah ke SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, yang disebut memperoleh dana revitalisasi lebih dari Rp1,8 miliar.

Saat mendatangi sekolah tersebut, Tim LADAM kembali tidak bertemu dengan kepala sekolah.

Menurut Haryadi dari bagian humas, kepala sekolah sedang berada di Depok untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Sekolah Muhammadiyah Unggul.

Selain persoalan ketidakhadiran kepala sekolah, LADAM juga menyoroti pembatasan dokumentasi ketika tim hendak mengambil gambar kondisi pembangunan di lokasi.

Tim mempertanyakan alasan dokumentasi proyek tersebut tidak diizinkan, mengingat kegiatan revitalisasi yang sedang disorot menggunakan dana APBN.

Bagi LADAM, dokumentasi kondisi fisik pembangunan merupakan salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program berjalan dan apakah hasil pekerjaan sesuai dengan tujuan revitalisasi pendidikan.

Dengan nilai anggaran yang disebut mencapai lebih dari Rp1,8 miliar, masyarakat dinilai memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana dana tersebut diwujudkan dalam bentuk bangunan dan fasilitas pendidikan.

LADAM mempertanyakan progres fisik pekerjaan, spesifikasi pembangunan, jadwal penyelesaian, serta penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Meski demikian, pembatasan dokumentasi dan tidak ditemuinya kepala sekolah belum dapat dijadikan bukti adanya penyimpangan anggaran atau pelanggaran hukum.

### LADAM Minta Dokumen Anggaran dan Progres Pekerjaan Dibuka

Minimnya informasi yang diperoleh dalam investigasi tersebut membuat LADAM mendorong pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan program revitalisasi.

Menurut LADAM, transparansi diperlukan untuk mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

Tanpa informasi resmi, masyarakat berpotensi mempertanyakan apakah anggaran telah digunakan sesuai peruntukan, apakah pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, dan apakah fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

Namun, berbagai pertanyaan tersebut masih memerlukan klarifikasi, dokumen pendukung, pemeriksaan, maupun hasil audit dari pihak yang berwenang.

Belum terdapat bukti yang disampaikan dalam investigasi tersebut untuk menyimpulkan adanya penyalahgunaan anggaran, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, ataupun kerugian negara di kedua sekolah.

LADAM menegaskan bahwa keterbukaan informasi justru penting untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut secara objektif.

Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana pekerjaan, volume dan spesifikasi pembangunan, kontrak pekerjaan, jadwal penyelesaian, serta progres fisik dan keuangan.

Apabila pembangunan masih berlangsung, masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai perkembangan pekerjaan dan kendala yang dihadapi.

Sementara jika pekerjaan telah selesai, hasil pembangunan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran diharapkan dapat dijelaskan secara terbuka.

### Misrul: Investigasi Bukan Vonis, Publik Berhak Mengawasi

Panglima LADAM Laskar Muda Lampung, Misrul, menegaskan bahwa investigasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara di sektor pendidikan.

Menurutnya, pemerintah mengucurkan anggaran revitalisasi untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan.

LADAM menilai setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN harus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekolah.

Pengawasan masyarakat, menurut organisasi tersebut, tidak seharusnya dipandang sebagai upaya mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari upaya memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan.

LADAM juga menekankan bahwa pihak sekolah tetap memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi atas berbagai pertanyaan yang muncul dalam investigasi tersebut.

Keterbukaan dokumen dan penjelasan mengenai progres pembangunan dinilai dapat membantu menjawab pertanyaan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program revitalisasi pendidikan.

### Dana Miliaran Rupiah, Publik Menunggu Penjelasan

Besarnya dana revitalisasi yang disebut diterima SMK Maarif Kalidadi dan SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo membuat persoalan transparansi menjadi perhatian LADAM.

Dengan nilai anggaran lebih dari Rp600 juta dan Rp1,8 miliar, masyarakat berharap program revitalisasi benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Hingga informasi dalam investigasi tersebut disampaikan, sejumlah pertanyaan mengenai dokumen anggaran, progres fisik, spesifikasi pekerjaan, dan pertanggungjawaban penggunaan dana masih menunggu penjelasan pihak terkait.

LADAM mendorong pihak sekolah, instansi pendidikan terkait, serta pihak berwenang untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, tujuan utama pengawasan bukan sekadar memperdebatkan siapa yang berada di lokasi atau siapa yang memberikan izin dokumentasi.

Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa dana APBN yang dialokasikan untuk revitalisasi pendidikan benar-benar digunakan sesuai ketentuan dan menghasilkan manfaat nyata bagi siswa.

Dana tersebut merupakan uang negara yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai peruntukannya.

Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran digunakan, bagaimana pekerjaan dilaksanakan, dan apa hasil yang diperoleh dari program revitalisasi tersebut.***

Source: Iwan bagas tama
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Stake Casino Online: Mestre Kunsten i den Hurtige Session

Related Posts

Kepsek Dipanggil Bawa Berkas Keuangan, Pangdam Ingatkan APH Jangan Tekan Sekolah
PENDIDIKAN

Kepsek Dipanggil Bawa Berkas Keuangan, Pangdam Ingatkan APH Jangan Tekan Sekolah

27/09/2026
Belajar Mandiri Setiap Hari, Jeselyne Charissa Raih Juara Dancow Indonesia Cerdas
PENDIDIKAN

Belajar Mandiri Setiap Hari, Jeselyne Charissa Raih Juara Dancow Indonesia Cerdas

24/09/2026
SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Ukir Prestasi, Tiga Siswa Jadi Juara Dancow Indonesia Cerdas
PENDIDIKAN

SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Ukir Prestasi, Tiga Siswa Jadi Juara Dancow Indonesia Cerdas

24/09/2026
Uang Belum Kembali, Penjualan Buku di SMPN 2 Kalianda Berujung Edaran Larangan dari Kadis Pendidikan
PENDIDIKAN

Uang Belum Kembali, Penjualan Buku di SMPN 2 Kalianda Berujung Edaran Larangan dari Kadis Pendidikan

17/09/2026
Ada Pesan di Grup Wali Murid, Penjualan Buku SMPN 2 Kalianda Kembali Disorot
Berita

Ada Pesan di Grup Wali Murid, Penjualan Buku SMPN 2 Kalianda Kembali Disorot

02/09/2026
Berita

Buku Rp70 Ribu di SMPN 2 Kalianda Bikin Heboh, Isi Chat Wali Murid Jadi Sorotan

01/09/2026

Berita Terkini

  • Uang Negara Miliaran Rupiah, LADAM Pertanyakan Transparansi Proyek Revitalisasi Dua SMK di Lampung Tengah
  • Stake Casino Online: Mestre Kunsten i den Hurtige Session
  • Budidaya Tanaman Jadi Pembinaan, Lapas Kalianda Dorong WBP Lebih Mandiri
  • AI Masuk Pesantren, Santri Daarul Ikhwan Diajak Kreatif Belajar dan Desain Digital
  • Kandang Bebek Jadi Tempat Sembunyi 1,3 Kg Sabu, Dua Pelaku Diciduk Polisi

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In