SAMUDERA NEWS- Candi Prambanan, megahnya arsitektur yang menjulang, bukan hanya sekadar monumen bersejarah. Di balik keindahannya terdapat lapisan kisah dan mitos yang memikat, termasuk legenda kisah Roro Jonggrang yang terpahat begitu dalam dalam ingatan masyarakat Jawa.
Sebagai salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, Candi Prambanan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Hindu di Asia Tenggara. Terletak di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, candi ini bukan sekadar simbol penghormatan kepada Trimurti, tetapi juga menawarkan kisah tragis dari masa lalu.
Prambanan: Lebih dari Sekadar Bangunan Batu
Dalam legenda yang berkembang di masyarakat Jawa, Candi Prambanan memiliki nama lain, yaitu Roro Jonggrang, mengingatkan kita pada kisah tragis seorang putri yang terpatri di benak para pengunjung. Dikisahkan bahwa Roro Jonggrang, putri Prabu Boko, terpaksa menerima lamaran Pangeran Bandung Bondowoso, meskipun dengan syarat yang mustahil: membangun seribu candi dalam semalam.
Dibalik keindahan arsitektur yang mengagumkan, tersemat juga cerita kepedihan dan pengkhianatan. Ketika candi hampir selesai, Roro Jonggrang menggunakan kelicikannya untuk memancing waktu, mengutuk dirinya sendiri dan menjadikan dirinya batu, sekaligus mengakhiri pembangunan Candi Prambanan.
Kisah Mitos dan Pesona Candi Prambanan
Tak hanya sebagai saksi bisu perjalanan sejarah, Candi Prambanan juga menjadi tempat berkumpulnya mitos dan kepercayaan. Dipercaya bahwa pasangan kekasih yang berkunjung ke Candi Prambanan akan menghadapi kegagalan dalam hubungan mereka. Mitos ini, meski tak bisa diukur secara ilmiah, tetap melekat dalam benak banyak orang.
Kisah Ramayana dalam Relif Candi
Tidak hanya mengagumkan secara visual, Candi Prambanan juga menjadi galeri cerita dengan 24 panel utama relief yang mengisahkan kisah epik Ramayana. Kisah peperangan antara Sri Rama dan raja raksasa Rahwana, dalam perjuangan merebut Dewi Sita, terpahat begitu indah di dinding-dinding candi ini.
Kesimpulan
Candi Prambanan tidak hanya menjadi monumen batu kuno, tetapi juga persembahan hidup bagi sejarah dan mitos. Kisah Roro Jonggrang yang menyayat hati menjadi bagian integral dari keindahan candi ini, sementara kepercayaan dan mitos yang melekat memberikan warna tersendiri bagi pengunjung yang berdatangan. Sebuah tempat yang mengajak kita untuk merenung, bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang makna kehidupan dan perjalanan manusia.***











