SAMUDERA NEWS– De Mata Trick Eye Museum Yogyakarta, sebuah wahana ilusi optik, kini menjadi destinasi wisata populer di Kota Yogyakarta. Museum ini, meskipun terbilang baru, telah berhasil menarik banyak wisatawan dengan beragam gambar tiga dimensi yang memukau.
Berbeda dari museum pada umumnya yang menampilkan benda-benda bersejarah atau foto, De Mata Trick Eye Museum menyajikan karya seni gambar yang menyerupai bentuk aslinya. Tempat ini adalah surga bagi penggemar selfie atau foto keluarga, menawarkan berbagai latar dan gaya yang hampir seperti nyata. Misalnya, pengunjung bisa berfoto di jembatan kayu yang tampak melayang di atas jurang berisi lahar panas—meskipun menakutkan, itu hanya ilusi foto.
Lokasi dan Keunikan
Terletak di basement Jogja XT Square di Jalan Veteran, Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, De Mata Trick Eye Museum adalah wahana tiga dimensi terbesar di dunia. Ratusan gambar tiga dimensi, mulai dari tempat-tempat terkenal di dunia hingga nuansa alam dan tokoh terkenal, menghiasi museum ini.
Keunggulan De Mata Trick Eye Museum
Museum ini menampilkan 190 gambar tiga dimensi, terdiri dari 120 gambar full tiga dimensi dan 70 gambar olahan ilusi optik, menjadikannya museum ilusi terbesar di dunia. Sebagai satu-satunya museum ilusi optik di Yogyakarta dan Jawa Tengah, De Mata Trick Eye Museum sangat diminati oleh wisatawan, terutama keluarga dengan anak-anak.
Karya Seniman Lokal
Sebagian besar gambar realis di museum ini adalah karya Petrus Kusuma, dengan bantuan mahasiswa Seni Rupa ISI Yogyakarta. Keahlian mereka menghasilkan gambar yang nyaris sempurna menarik minat wisatawan yang rela antre untuk berfoto dengan karya-karya tiga dimensi tersebut.
Sejarah dan Operasional
De Mata Trick Eye Museum resmi beroperasi sejak 2013, setelah Petrus Kusuma dan mahasiswa ISI Yogyakarta menghabiskan beberapa tahun sebelumnya membuat ratusan lukisan tiga dimensi dan ilusi optik.
Tema dan Atraksi
Museum ini menampilkan beragam tema gambar tiga dimensi seperti alam, hewan, superhero, olahraga, sirkus, dan ornamen. Ada juga gambar tiga dimensi Sri Sultan HB X yang tampak seolah-olah berinteraksi dengan pengunjung, serta wahana seperti trik tidur di atas ratusan paku yang aman.
Desain Unik dan Labirin
Museum ini didesain menyerupai labirin dengan berbagai ruangan yang menampilkan gambar-gambar ilusi menarik, memastikan pengunjung tidak merasa bosan.
Patung De Arca dan Aplikasi AR
De Mata Trick Eye Museum juga memiliki patung-patung tokoh terkenal dan superhero, seperti Jack & Neytiri dari Avatar, Darth Vader dari Star Wars, Wolverine, serta patung Sultan Kosen dan Chandra Dangi. Patung-patung ini hampir menyerupai bentuk aslinya dan siap berfoto bersama pengunjung.
Museum ini juga menawarkan aplikasi augmented reality (AR) yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara virtual dengan patung-patung koleksi De Arca, memberikan informasi tambahan tentang setiap patung.
Wahana DWalik
Sejak 2017, museum ini juga menambahkan wahana DWalik, yang menggunakan sistem ruang ilusi seperti Horror Room dengan koleksi tengkorak berdarah dan ruang anti gravitasi yang membuat pengunjung terasa melayang. Ruangan lainnya termasuk ruang angkringan, ruang disko, dan ruang barber, semuanya disajikan secara realistis untuk pengalaman interaktif yang menyenangkan.
Dengan segala keunikan dan keunggulannya, De Mata Trick Eye Museum Yogyakarta menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman ilusi optik terbesar di dunia.***











