SAMUDERA NEWS— Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal KM Tegar Jaya yang tenggelam di Perairan Pulau Tegal Mas, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, akhirnya dinyatakan selesai. Korban terakhir, Kasbani (50), berhasil ditemukan pada Jumat, 29 Agustus 2025, menandai berakhirnya operasi yang berlangsung selama tiga hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung, Deden Ridwansah, S.Sos, menjelaskan bahwa operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, serta nelayan lokal. “Dengan ditemukannya korban terakhir atas nama Kasbani, operasi SAR kami nyatakan selesai,” ujar Deden kepada media.
Deden menambahkan, pencarian awal dilakukan hingga pukul 17.00 WIB sesuai prediksi SAR Map dengan radius 12 Nautical Mile. Namun, sekitar pukul 17.35 WIB, tim mendapatkan informasi dari nelayan dan warga setempat tentang penemuan jenazah di Pesisir Pantai Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung. Tim SAR segera menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 18.08 WIB untuk dibawa ke RSUD Abdul Moeloek. Setelah dilakukan konfirmasi dengan pihak keluarga, korban diketahui bernama Kasbani, salah satu ABK KM Tegar Jaya yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Dengan ditemukannya Kasbani, seluruh korban dari 17 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 14 orang selamat dan tiga orang meninggal dunia, yaitu Alip (20), Al-Karim (60), dan Kasbani (50). Operasi resmi ditutup pada pukul 18.30 WIB. Deden menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, relawan, organisasi masyarakat, serta nelayan yang menunjukkan sinergitas luar biasa dalam operasi ini,” pungkasnya.
Peristiwa tenggelamnya KM Tegar Jaya terjadi pada Rabu, 28 Agustus 2025, di perairan dekat Pulau Tegal Mas. Kapal yang mengangkut 17 orang ini mengalami musibah hingga memaksa dilakukannya operasi SAR besar-besaran. Dari 17 korban, 14 berhasil selamat, antara lain: Radiman, Pitut, Muslim, Opan, Kamit, Rustom, Ipul, Ari Gandong, Piki, Nya, Eman, Toni, Dedi, dan Durahman.
Sementara tiga korban meninggal dunia, yakni:
1. Alip, laki-laki, 20 tahun
2. Al-Karim, laki-laki, 60 tahun
3. Kasbani, laki-laki, 50 tahun
Operasi SAR ini menunjukkan kerja sama yang solid antara aparat pemerintah, relawan, dan masyarakat setempat. Sinergitas ini menjadi contoh pentingnya koordinasi efektif dalam menghadapi bencana atau kecelakaan laut. Masyarakat Pesawaran dan sekitarnya juga turut berperan aktif memberikan informasi yang membantu percepatan evakuasi korban, terutama untuk Kasbani yang ditemukan di pesisir Pantai Way Lunik.
Selain itu, keberhasilan evakuasi seluruh korban menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan kapal di perairan Lampung. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan langkah preventif, termasuk pengawasan terhadap kapal nelayan maupun kapal penumpang yang beroperasi di wilayah ini, guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.***












