SAMUDERA NEWS – Dua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Pringsewu kini berhasil menembus pasar internasional. Meski belum melakukan ekspor secara mandiri dan masih menggunakan jasa perusahaan lain, capaian ini menjadi langkah penting bagi kedua UMKM tersebut.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UMKM Kabupaten Pringsewu, Sulistyoningsih, mengungkapkan hal ini di ruang kerjanya. Salah satu UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor adalah Robani dari Kecamatan Gadingrejo, dengan produk klanting dan marning.
“Robani telah berhasil mengekspor produk mereka ke Taiwan. Pada Maret 2024, mereka mengirimkan 400 kg produk ke negara tersebut,” jelas Sulistyoningsih.
Ia menambahkan bahwa pengiriman produk ekspor dilakukan sesuai dengan pesanan dari pihak Taiwan.
UMKM lain yang juga berhasil menembus pasar internasional adalah Rafins dari Kelurahan Pringsewu Barat. Menurut Sulistyoningsih, Rafins bahkan memiliki lebih banyak varian produk yang diekspor ke beberapa negara.
“Rafins menghasilkan berbagai jenis makanan ringan, termasuk kulit ikan patin dan beragam kripik seperti kripik pisang, kentang, dan tales,” ujarnya.
Rafins telah mengekspor produk mereka ke beberapa negara, seperti Malaysia dengan total satu kontainer (4,8 ton) kripik pisang, Singapura dengan 1000 potong makanan ringan kulit ikan patin, dan Kanada dengan berbagai jenis kripik (singkong dan tales). Permintaan dari Jepang juga mulai berdatangan untuk produk mereka.
“Untuk Kanada, Rafins sudah rutin mengekspor karena permintaan yang cukup besar,” tambah Sulistyoningsih.***












