SAMUDERA NEWS – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Situs Candi Muara Jambi pada Selasa, 19 November 2024, sebagai bagian dari kunjungannya ke Provinsi Jambi. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen pembukaan The 13th Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2024 yang akan digelar di Ratu Convention Centre (RCC) Jambi pada malam hari.
Dalam unggahan di halaman Facebook pribadinya, Fadli Zon mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kunjungan ini. “Hari ini saya tiba di Jambi untuk sejumlah kegiatan di situs cagar budaya, termasuk Kawasan Cagar Budaya Nasional Muara Jambi, sekaligus membuka The 13th Borobudur Writers & Cultural Festival 2024′,tulisnya.
Kegiatan di Situs Bersejarah
Situs Candi Muara Jambi, yang merupakan salah satu warisan budaya nasional, menjadi tujuan utama kunjungan Fadli Zon. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu situs arkeologi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kehadiran Menteri Kebudayaan di kawasan ini menyoroti pentingnya pelestarian cagar budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Borobudur Writers & Cultural Festival 2024
BWCF ke-13 yang diadakan di Jambi menghadirkan para sastrawan dan budayawan dari berbagai daerah serta luar negeri. Hingga pukul 17.30 WIB, sejumlah pemateri dan peserta telah tiba di Jambi, termasuk tokoh-tokoh sastra ternama seperti Sutardji Calzoum Bachri, Ahda Imran, Anwar Putra Bayu, dan Nissa Rengganis.
Tidak hanya dari dalam negeri, acara ini juga dihadiri peserta internasional seperti Naoko Ito dari Jepang. Festival ini menjadi ruang bagi para sastrawan, budayawan, dan seniman untuk berdiskusi dan mengeksplorasi kebudayaan melalui seni dan sastra.
Laporan Langsung dari Jambi
Isbedy Stiawan ZS, salah satu pembaca puisi yang akan tampil dalam *Malam Sastra*, melaporkan bahwa semua persiapan berjalan lancar. Para peserta telah ditempatkan di penginapan yang disediakan panitia untuk mendukung kenyamanan mereka selama festival berlangsung.
BWCF 2024 diharapkan menjadi ajang kolaborasi budaya yang memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian seni, sastra, dan warisan budaya. Ajang ini sekaligus menegaskan posisi Jambi sebagai salah satu pusat budaya di Indonesia.***












