SAMUDERA NEWS- Majalah Weverse akhirnya angkat bicara terkait laporan kontroversial yang baru-baru ini terungkap dalam audit parlemen HYBE Labels. Laporan bertajuk “Laporan Industri Musik” yang secara rutin didistribusikan kepada para eksekutif HYBE ini menuai kritik tajam dari publik karena memuat bahasa yang dianggap menghina idola lain dalam industri musik.
Laporan mingguan yang memicu polemik tersebut diduga ditulis oleh Kang Myung-seok, mantan pemimpin redaksi Weverse Magazine dan kritikus budaya pop yang dikenal. Sebagaimana dilaporkan oleh *Korea Herald pada 4 Desember 2024, Kang Myung-seok telah dipecat atas keterlibatannya dalam penulisan laporan tersebut.
Partai yang menaungi Kang Myung-seok mengonfirmasi bahwa ia adalah penulis laporan tersebut, namun mereka menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam proses penulisannya. “Dokumen tersebut ditulis secara terpisah oleh mantan pemimpin redaksi, dan bahkan karyawan Weverse tidak mengetahui keberadaannya,” kata Weverse Magazine melalui pernyataan yang dilansir dari Naver’s MyDaily.
Lebih lanjut, Weverse Magazine menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak terhubung dengan dokumen kontroversial ini dan menolak segala bentuk kaitan dengan isinya. “Mantan Pemimpin Redaksi telah dicopot dari jabatannya dan akan dilarang untuk terlibat dalam penerbitan lebih lanjut. Pekerja yang terlibat dalam pengawasan khusus oleh mantan pemimpin redaksi juga telah diskors,” tambah pihak Weverse.
Kang Myung-seok sebelumnya dikenal sebagai salah satu kolumnis terkemuka dalam dunia kritik musik, dengan pengaruh yang luas, terutama terkait perjalanan artis-artis K-pop legendaris seperti Seo Taiji, Boyz, dan H.O.T. Selain itu, Kang juga dikenal berperan penting dalam penulisan memoar BTS, Beyond the Story: 10-year Record of BTS, yang sukses besar dengan menempati posisi nomor 4 dan 1 di daftar buku terlaris nonfiksi New York Times pada Juli 2023. Hal ini menunjukkan besarnya posisi Kang Myung-seok di dalam HYBE, mengingat ia juga mendapat kesempatan untuk mewawancarai seluruh anggota BTS dan terlibat dalam penulisan memoir mereka.
Kontroversi ini tentunya membawa dampak signifikan terhadap citra Weverse dan HYBE, yang kini harus mengatasi polemik tersebut di tengah sorotan publik.***












