SAMUDERA NEWS– Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran memperketat pengawasan harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional. Melalui Tim Satgas Ketahanan Pangan, pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga.
📌 Pantauan Harga Pangan di Pasar Tradisional
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan dengan survei langsung dan wawancara dengan pedagang. Hasil pemantauan menunjukkan stok pangan aman, meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga.
📍 Data Harga Pangan di Beberapa Pasar Tradisional:
✔️ Pasar Hanura (18 Februari 2025)
🔺 Cabai rawit: Rp 70 ribu/kg
🔺 Telur ayam: Rp 28 ribu/kg
✔️ Pasar Kedondong (19 Februari 2025)
🔻 Cabai rawit turun: Rp 60 ribu/kg
🔻 Cabai merah turun: Rp 40 ribu/kg
🔺 Minyak goreng curah naik: Rp 22 ribu/liter
✔️ Pasar Trimulyo (20 Februari 2025)
🔻 Cabai rawit turun signifikan: Rp 45 ribu/kg
✅ Komoditas lain masih dalam kisaran harga normal
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Menurut Hendra Sulistianto, kenaikan harga beberapa bahan pokok dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan daya beli masyarakat yang cenderung menurun. Namun, ia memastikan bahwa stok pangan di Kabupaten Pesawaran masih dalam kondisi aman.
🗣️ “Kami berharap hasil pemantauan ini menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan langkah ini, masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok,” pungkasnya.
Pemkab Pesawaran akan terus melakukan pemantauan rutin dan koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk distributor dan pelaku pasar, guna mencegah lonjakan harga yang berlebihan menjelang Ramadan.***












