SAMUDERA NEWS— Kepala BKPSDM Kota Metro, Welly Adiwantra, resmi melaporkan dugaan pemalsuan dokumen SK tenaga kontrak ke Polres Metro, Rabu (5/6). Langkah ini dilakukan setelah namanya terseret dalam pemberitaan seputar dugaan manipulasi dalam proses rekrutmen honorer di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Welly menyatakan bahwa laporan tersebut adalah bentuk pembelaan atas pencemaran nama baik dan untuk menghentikan penyebaran informasi yang menurutnya tidak benar. Namun, sejumlah pihak menilai aksi tersebut tidak lebih dari upaya pengalihan isu.
Menurut Rosim Nyerupa, pemerhati politik dan pemerintahan daerah, langkah hukum ini justru menunjukkan kepanikan Welly di tengah sorotan publik. “Yang dibutuhkan publik bukan laporan polisi, tapi kejelasan: apakah benar ada rekayasa SK perpanjangan untuk honorer baru?” tegas Rosim, Jumat (6/6).
Rosim bahkan menilai tindakan Welly bisa dibaca sebagai “playing victim”. Alih-alih membuka data secara transparan, laporan ke polisi disebut-sebut sebagai cara untuk mengontrol narasi, membingkai dirinya sebagai korban pencemaran nama baik, bukan sebagai aktor dalam dugaan rekrutmen ilegal.
🔍 Dua Kasus yang Menyeret Nama Welly
1. Penipuan Perekrutan Honorer
Dalam laporan Radar24.co.id (11 Maret 2025), sejumlah warga mengaku menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengklaim dekat dengan Kepala BKPSDM. Korban mengaku membayar hingga Rp 40 juta demi memperoleh SK honorer, yang belakangan diketahui tidak terdaftar resmi.
2. SK Perpanjangan Bermasalah
Kasus lain muncul dari laporan Headline Lampung terkait dugaan rekayasa SK perpanjangan terhadap ratusan tenaga honorer, bahkan bagi mereka yang belum pernah tercatat sebagai pegawai sebelumnya. Salah satunya berinisial E*a, yang disebut menerima SK bertanggal mundur, meski baru mulai bekerja pada 2025.
Rosim menilai, laporan Welly ke polisi hanya fokus pada kasus pertama, sementara persoalan utama—rekayasa SK perpanjangan yang kini diselidiki Polda Lampung—tidak disentuh secara substansi.
“Kalau tidak terlibat, kenapa tidak buka data? Kenapa tidak membantu penyelidikan dengan mengecek daftar SK yang diteken?” kritik Rosim.
📌 Dinamika Politik dan Potensi Konflik Kepentingan
Nama Welly Adiwantra, yang disebut sebagai adik ipar Bupati Lampung Tengah, kini dikaitkan dengan bursa calon Sekda Kabupaten Lampung Tengah. Rosim menilai, sorotan terhadap kasus SK honorer dapat berimplikasi pada integritas proses seleksi Sekda, dan mendesak KASN, Kemendagri, serta Gubernur Lampung untuk mengevaluasi rekam jejak kandidat.
👥 Dukungan Publik dan Respons Polda
Langkah penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung mendapat dukungan dari masyarakat sipil. Pada 2 Juni lalu, Aliansi Rakyat Cinta Kota Metro dan Koalisi Rakyat Metro Bersatu mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk dukungan moral terhadap penegakan hukum yang transparan.
Polda pun dikabarkan mulai memanggil sejumlah tenaga honorer dari Kecamatan Metro Utara, dan dalam waktu dekat, sejumlah pejabat terkait akan dimintai keterangan.
Rosim berharap, penyidikan ini menjangkau aktor-aktor utama dan tidak berhenti di level pelaksana. “Transparansi dan keadilan adalah kunci. Jangan sampai proses hukum ini dimanipulasi untuk pencitraan semata,” pungkasnya.***












