• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, October 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Cegah Konflik Manusia-Gajah, TNWK Kembangkan Pagar Lebah yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan

MeldabyMelda
04/09/2026
in Berita
Cegah Konflik Manusia-Gajah, TNWK Kembangkan Pagar Lebah yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Upaya mencegah gajah Sumatra keluar dari kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus dikembangkan. Kali ini, pendekatan berbasis alam dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui program pagar sarang lebah di wilayah perbatasan kawasan konservasi.

Program tersebut dikembangkan Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK. Konsepnya tidak sekadar menjadi penghalang alami agar gajah tidak keluar kawasan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi warga desa penyangga melalui budidaya lebah madu Apis cerana.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan pembangunan pagar di batas kawasan menjadi salah satu langkah taktis untuk menghadapi konflik manusia dan gajah yang telah berlangsung sejak dekade 1980-an.

BeritaLainnya

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

Menurut Sriyanto, persoalan tersebut bukan masalah sederhana. Konflik manusia dan gajah berkaitan dengan krisis keanekaragaman hayati serta dinamika kepentingan pembangunan. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.

“Untuk mengatasi hal ini diperlukan solusi terpadu, seperti menciptakan kawasan satwa liar, memanfaatkan teknologi, dan mendorong upaya konservasi berbasis komunitas,” ungkap Brigjen TNI Sriyanto.

ADVERTISEMENT

Salah satu pendekatan yang kini dikembangkan adalah pagar sarang lebah. Metode yang telah diuji di sejumlah wilayah Afrika tersebut memanfaatkan respons alami gajah terhadap keberadaan lebah.

“Pagar sarang lebah adalah salah satu solusi berbasis alam yang telah diujicoba di Afrika untuk mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi. Suara dengungan dan sengatan lebah akan membuat gajah merasa takut dan menjauh namun tidak membahayakan gajah,” jelas Sriyanto.

Konsep ini membuat program pagar lebah memiliki dua fungsi sekaligus. Dari sisi konservasi, keberadaan sarang lebah di sekitar batas kawasan diharapkan membantu mencegah gajah mendekati wilayah permukiman atau lahan warga.

Sementara dari sisi ekonomi, warga desa penyangga dapat memanfaatkan sarang tersebut untuk mengembangkan budidaya lebah madu asli Indonesia jenis Apis cerana.

Lebah jenis ini dinilai cocok dengan iklim tropis Indonesia. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan program pagar lebah tidak hanya diarahkan sebagai strategi mitigasi konflik satwa, tetapi juga sebagai peluang pengembangan usaha masyarakat.

Program tersebut mencatat kebutuhan madu di Indonesia terus meningkat sekitar 10-15 persen per tahun. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2024 yang menjadi acuan program, konsumsi madu Indonesia baru berada di angka sekitar 220 gram per kapita per tahun, sementara impor madu masih mencapai lebih dari 60 persen dari total kebutuhan.

Potensi pendapatan dari budidaya lebah juga dinilai cukup menjanjikan. Satu koloni Apis cerana disebut mampu menghasilkan sekitar 5 hingga 8 kilogram madu per tahun.

Jika harga jual berada di kisaran Rp150.000 per kilogram, maka 10 koloni lebah berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan sekitar Rp7,5 juta hingga Rp15 juta per tahun.

“1 koloni Apis cerana bisa hasilkan 5-8 kg madu/tahun. Dengan harga Rp150.000/kg, 10 koloni bisa jadi tambahan penghasilan Rp7,5 juta – Rp15 juta/tahun. Ini potensi besar untuk UMKM dan ekonomi keluarga di Bandar Lampung,” lanjut keterangan dalam program tersebut.

Dengan skema tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang terdampak konflik manusia dan gajah, tetapi juga dilibatkan sebagai bagian dari solusi.

Program pagar lebah sekaligus diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi UMKM dan keluarga di sekitar kawasan konservasi.

Manfaatnya pun tidak berhenti pada sektor ekonomi. Keberadaan lebah juga memiliki peran penting terhadap ekosistem dan pertanian warga.

Berdasarkan data FAO 2023 yang dicantumkan dalam program tersebut, sekitar 75 persen tanaman pangan sangat bergantung pada proses penyerbukan yang dibantu lebah.

“Keberadaan lebah membantu menjaga ekosistem, membantu proses penyerbukan tanaman di sekitar perkebunan warga,” pungkas Brigjen TNI Sriyanto.

Dengan pendekatan tersebut, pagar lebah di TNWK diharapkan menjadi solusi yang memberikan manfaat dari dua sisi sekaligus: membantu menjaga gajah tetap berada di habitatnya dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.***

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: Apis ceranaBrigjen TNI Sriyantobudidaya lebahdesa penyanggaekonomi wargagajah Sumatrakonflik manusia dan gajahkonservasi berbasis masyarakatkonservasi gajahLAMPUNG TIMURLingkunganmadupagar lebahpariwisata LampungSatwa liarTaman Nasional way kambasTNWKUMKM
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

KUA-PPAS Perubahan 2026 Ditandatangani, Masalah BPJS Mati Jadi Sorotan DPRD Pringsewu

Next Post

Akses ke Makam Warga Diduga Diblokir PTPN IV, Laskar Lampung Minta Pemerintah Turun Tangan

Related Posts

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
Berita

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

28/10/2026
Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
Berita

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

28/10/2026
ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Berita

ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan

28/10/2026
Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
Berita

Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah

28/10/2026
BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045
Berita

BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

28/10/2026
Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter
Berita

Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter

28/10/2026
Next Post
Akses ke Makam Warga Diduga Diblokir PTPN IV, Laskar Lampung Minta Pemerintah Turun Tangan

Akses ke Makam Warga Diduga Diblokir PTPN IV, Laskar Lampung Minta Pemerintah Turun Tangan

Komisi IV DPR RI Soroti Karhutla TNWK, Deteksi Dini dan Pemulihan Habitat Gajah Jadi Prioritas

Komisi IV DPR RI Soroti Karhutla TNWK, Deteksi Dini dan Pemulihan Habitat Gajah Jadi Prioritas

Пин Ап казино: официальный сайт для скачивания и игры на реальные деньги

Heboh Dana BUMKAM Kayubatu, Mantan Ketua dan Sekretaris Ungkap Dugaan Kejanggalan Pengelolaan

Heboh Dana BUMKAM Kayubatu, Mantan Ketua dan Sekretaris Ungkap Dugaan Kejanggalan Pengelolaan

Laskar Tinta Emas MAN 1 Pringsewu Belajar Jurnalistik Bersama PWI

Laskar Tinta Emas MAN 1 Pringsewu Belajar Jurnalistik Bersama PWI

Berita Terkini

  • Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
  • Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
  • ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
  • Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
  • BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In