SAMUDERA NEWS– Kisah tragis seorang gamer muda Tiongkok, dikenal dengan julukan “Fat Cat”, telah mengguncang jagad maya. Pan Mao, demikian nama di balik sosok tersebut, dikabarkan tewas bunuh diri setelah merelakan transfer senilai 1 miliar RMB untuk pacarnya.
Pada bulan April 2024, kematian tragis Fat Cat terungkap ketika tubuhnya ditemukan terapung di Sungai Yangtze, setelah melompat dari sebuah jembatan di Chongqing. Ini bukanlah akhir yang diharapkan bagi sosok yang begitu populer di dunia maya.
Perpisahan yang mendalam ini dipercaya berkaitan dengan hubungannya dengan Tan Zhu, wanita yang ditemuinya melalui permainan daring. Meskipun terpaut enam tahun lebih tua, Tan Zhu berhasil merebut hati Fat Cat.
Selama dua tahun, Fat Cat berjuang mati-matian untuk membuat Tan Zhu bahagia. Namun, upayanya sia-sia. Bahkan, ia rela meninggalkan pekerjaannya demi mengumpulkan jumlah uang fantastis tersebut untuk sang kekasih, tapi tanpa balasan yang diharapkan.
Beban hidup yang ditanggungnya akibat mentransfer jumlah uang yang cukup besar membuatnya harus hidup dalam keterbatasan. Dia bahkan hanya menghabiskan Rp20.000 per hari untuk kebutuhan makanannya.
Namun, cinta Fat Cat kepada Tan Zhu tetap tak tergoyahkan.
Riwayat percakapan daring antara Fat Cat dan Tan Zhu mengungkap betapa besar pengorbanannya. Namun, sikap acuh tak acuh Tan Zhu semakin menghantui pikiran Fat Cat.
Dalam percakapan yang viral di media sosial, terlihat betapa putus asanya Fat Cat saat ia berharap Tan Zhu bisa membelikannya makanan dari restoran cepat saji. Namun, uang yang seharusnya digunakan untuk itu telah dikirimkan kepada Tan Zhu.
“Kangen makan McDonald’s,” tulis Fat Cat.
“Ya, makan saja,” jawab Tan Zhu.
Namun, Fat Cat tidak menyurut. “Tapi aku sudah memberikan semua uangnya. Bisakah kamu pesan untukku?”
Jawaban Tan Zhu menusuk hati, “Kamu kehabisan uang? Kalau begitu bekerja lebih keraslah. Aku harus pergi dengan kakakku malam ini.”
Kisah cinta yang pahit ini membuat Fat Cat menghabiskan hari-harinya dengan kesepian di rumah kontrakannya, hanya menunggu kehadiran Tan Zhu. Meskipun bekerja keras, bermain game, dan mengumpulkan uang untuknya, ia tidak pernah merasa diperhatikan.
Hingga akhirnya, kesepiannya menjadi terlalu berat untuk ditanggung. Tanpa ragu, ia melompat dari jembatan di Chongqing, mengakhiri hidupnya dalam keputusan tragis yang mengguncang banyak orang.
Kisah Fat Cat menarik perhatian publik Tiongkok, dan banyak orang datang ke tempat kejadian untuk mengungkapkan rasa simpati. Bunga-bunga dan makanan favorit Fat Cat, seperti McDonald’s, diletakkan di tempat peristiwa sebagai penghormatan terakhir.
Namun, penjelasan Tan Zhu melalui video pendek tidak meredakan kemarahan netizen. Ekspresi dingin dan pakaian yang dianggap tidak pantas semakin menambah kontroversi.
Setelah mendapat kritik, Tan Zhu kembali dengan video lain yang menampilkan ekspresi yang lebih bersahabat dan pakaian yang lebih sopan. Namun, kritik tetap mengalir, menunjukkan betapa dalamnya dampak tragis dari kisah cinta Fat Cat dan Tan Zhu.
Tragisnya, keputusan Tan Zhu untuk mengunggah live streaming bersama seorang pria setelah kematian Fat Cat semakin mengundang kecaman. Sementara itu, Fat Cat, dengan hati yang hancur, meninggalkan dunia dengan sebuah pertanyaan besar: apakah cinta sejati akan berakhir sekejam ini?***












