SAMUDERA NEWS– Candi Mendut, sebuah keajaiban arsitektur kuno yang sering kali terlupakan, kembali memikat perhatian para wisatawan, terutama saat libur Hari Raya Waisak. Bangunan ini, yang merupakan satu kesatuan dengan Candi Borobudur dan Candi Pawon, mengungkap kemegahannya yang belum banyak diketahui.
Terletak di ujung timur garis imajiner yang membentang sepanjang 3 kilometer, Candi Mendut tidak hanya menawarkan pesona arsitektur klasik, tetapi juga suasana alam yang asri. Pepohonan yang rindang dan lingkungan yang tenang menjadikan pengalaman wisata di sini begitu mendamaikan, memungkinkan pengunjung untuk meresapi keagungan sekaligus memikirkan masa keemasan candi ini.
Sejarah yang Tersembunyi
Menurut penelitian sejarawan Belanda, Johannes Gijsbertus de Casparis, Candi Mendut dibangun sekitar tahun 824 Masehi, pada masa Dinasti Syailendra. Prasasti Karangtengah menyebutkan tentang pembangunan sebuah bangunan suci oleh Raja Indra yang disebut Wenuwana, yang diartikan sebagai Candi Mendut. Dengan demikian, usia Candi Mendut diperkirakan lebih tua dari Candi Borobudur.
Pohon Bodhi dan Kisah Penyebaran Agama
Di kompleks percandian Mendut, terdapat Pohon Bodhi yang dipercaya sebagai tempat di mana Siddharta Gautama mencapai pencerahan. Keberadaannya tidak hanya terkait dengan sejarah candi, tetapi juga dengan penyebaran agama Buddha pada masa lampau.
Keajaiban Relief dan Struktur Bangunan
Relief-relief yang menghiasi dinding Candi Mendut menciptakan panorama keindahan sendiri. Struktur bangunan ini memiliki dimensi yang mengesankan, dengan bentuk bujur sangkar seluas 13.7 x 13.7 meter dan tinggi mencapai 26.4 meter. Tidak hanya itu, arsitektur atap yang disusun dengan penuh kerumahtanggaan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Rekonstruksi dan Fasilitas Modern
Setelah ditemukan dalam keadaan hancur pada tahun 1836, Candi Mendut mengalami serangkaian upaya rekonstruksi. Pada tahun 1925, rekonstruksi terakhir berhasil mengembalikan candi ini ke kejayaannya. Kini, sebagai salah satu objek wisata terkenal, fasilitas di sekitar Candi Mendut juga sangat memadai, termasuk penginapan, area parkir yang luas, dan pusat souvenir.
Tertarik untuk Mengunjungi?
Bagi yang tertarik menikmati keindahan dan sejarah Candi Mendut, cukup membayar tiket masuk sebesar Rp. 20 ribu per orang. Jam kunjungan dibuka mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 petang setiap harinya. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keajaiban kuno yang masih menyimpan banyak misteri ini.***












