• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, October 29, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Diduga Berasal dari Dinasti Tang hingga Ming, Artefak Kuno Ditemukan di Wilayah Keratuan Balau

MeldabyMelda
08/09/2026
in Berita
Diduga Berasal dari Dinasti Tang hingga Ming, Artefak Kuno Ditemukan di Wilayah Keratuan Balau
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Penemuan sejumlah artefak yang diduga berasal dari masa Dinasti Tang hingga Dinasti Ming di wilayah yang secara historis berkaitan dengan Keratuan Balau membuka dugaan baru mengenai jejak perdagangan dan aktivitas peradaban masa lalu di Lampung.

Artefak tersebut ditemukan oleh Rudi Santoso pada 2 September 2026. Sejumlah benda yang ditemukan disebut berupa keramik dan koin yang diduga berasal dari China.

Namun, temuan tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai bukti keberadaan pusat perdagangan atau aktivitas masyarakat tertentu pada masa lalu. Budayawan Arie Sai Bumi menilai penelitian lebih mendalam diperlukan untuk memastikan usia, fungsi, asal-usul, hingga konteks keberadaan benda-benda tersebut.

BeritaLainnya

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

“Bahwa ada seorang manusia menemukan beberapa artefak yang diduga dari masa Dinasti Tang, berupa keramik, dan Dinasti Ming,” kata Arie Sai Bumi dalam wawancara, Senin, 7 September 2026.

Menurut Arie, lokasi penemuan artefak berada di kawasan yang memiliki keterkaitan historis dengan Keratuan Balau. Meski demikian, penyebutan wilayah tersebut harus dipahami berdasarkan kondisi geografis dan sejarah pada periode ketika artefak diduga digunakan.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menggunakan kondisi geografis masa kini untuk menjelaskan situasi wilayah pada masa lampau.

“Tarik geografis pada masa, abad, di mana kita bicara situs,” ujarnya.

Arie juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menemukan benda serupa ketika berada di kawasan ladang tebu di sekitar Putar Balau. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan narasi sejarah Keratuan Balau, meskipun periode dan konteks sejarahnya masih membutuhkan penelitian yang lebih komprehensif.

Ia menilai literasi mengenai sejarah Keratuan Balau perlu terus dikembangkan, mulai dari periode awal hingga akhir, agar setiap penemuan benda bersejarah dapat ditempatkan dalam konteks sejarah yang utuh.

Dugaan Jejak Perdagangan Masa Lalu

Keberadaan koin yang diduga berasal dari China menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Arie menduga benda tersebut dapat memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan dan pertukaran barang yang pernah berlangsung di wilayah tersebut.

Jika dugaan itu dapat dibuktikan melalui penelitian arkeologis, temuan tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai hubungan ekonomi masyarakat lokal dengan jaringan perdagangan yang lebih luas.

“Di situ juga adanya semacam pasar, sehingga terjadi jual-beli, transaksi, tukar barang,” kata Arie.

Menurutnya, masyarakat pada masa lalu kemungkinan telah mengenal berbagai bentuk pertukaran barang. Namun, ia belum dapat memastikan apakah koin yang ditemukan benar-benar digunakan sebagai alat pembayaran dalam aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Arie juga membuka kemungkinan adanya hubungan antara wilayah Lampung dengan jaringan perdagangan antarkawasan Asia. Para pedagang dari berbagai wilayah, termasuk jaringan perdagangan Gujarat maupun kawasan yang terhubung dengan Jalur Sutra, diduga pernah melakukan perjalanan melalui wilayah pesisir dan kawasan lainnya.

Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penelitian geografis, sejarah, dan arkeologi.

“Pada masa kapan, periode kapan, sudah terjadi, punya kebutuhan, punya kepentingan untuk menukar barang. Berarti sudah ada pasaran di situ,” ujarnya.

Mengapa Artefak Bisa Terkubur?

Arie menawarkan sejumlah kemungkinan mengenai keberadaan artefak yang kini ditemukan dalam kondisi terpendam.

Pertama, benda-benda tersebut kemungkinan sengaja dikubur oleh pemiliknya untuk menyembunyikan barang berharga dari ancaman perampokan atau konflik.

Kedua, benda-benda tersebut mungkin berkaitan dengan tradisi masyarakat pada masa tertentu, termasuk kemungkinan penguburan benda bersama jenazah.

Ketiga, perubahan bentang alam dan bencana alam juga dapat menjadi salah satu penyebab benda-benda peninggalan masa lalu tertimbun di dalam tanah.

Arie mengaitkan kemungkinan tersebut dengan sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Lampung, termasuk letusan Krakatau pada 1883. Menurutnya, bencana besar dapat mengubah kondisi geografis sekaligus menyebabkan benda-benda peninggalan peradaban tertimbun atau tercecer.

“Kalau memang dia disimpan atau apa, mungkin itu yang tercecer ketika terjadi bencana,” katanya.

Selain itu, artefak juga mungkin berasal dari kawasan permukiman atau bangunan yang kemudian ditinggalkan oleh penghuninya. Ketika masyarakat berpindah dari suatu wilayah, sebagian benda dapat tertinggal atau tercecer.

Kemungkinan lain, seseorang sengaja mengubur barang berharga ketika terjadi ancaman keamanan atau penjarahan.

Perlu Penelitian dan Verifikasi Ahli

Arie menegaskan penemuan artefak oleh Rudi Santoso seharusnya menjadi pintu masuk bagi penelitian yang lebih sistematis.

Menurutnya, sejumlah aspek harus dikaji secara ilmiah, mulai dari lokasi penemuan, lapisan tanah, jenis material, bentuk benda, karakteristik keramik, hingga identifikasi terhadap koin yang ditemukan.

Dokumentasi terhadap setiap temuan juga dinilai penting agar informasi mengenai lokasi dan konteks penemuan tidak hilang.

Arie mendorong pengembangan narasi sejarah Keratuan Balau berdasarkan sumber sejarah, kajian arkeologi, serta literatur yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang kita mau itu misi kita,” katanya.

Penemuan artefak tersebut, menurutnya, belum dapat menjadi bukti final mengenai keberadaan pusat perdagangan China di wilayah Keratuan Balau.

Namun, keberadaan keramik dan koin yang diduga berasal dari berbagai periode di China dapat menjadi petunjuk awal untuk meneliti kemungkinan adanya kontak perdagangan, pertukaran barang, maupun pergerakan manusia di wilayah Lampung pada masa lalu.

Karena itu, verifikasi oleh ahli arkeologi menjadi tahapan penting sebelum artefak tersebut ditempatkan dalam narasi sejarah Lampung.

Jika penelitian nantinya mampu mengonfirmasi usia dan asal-usul benda-benda tersebut, penemuan ini berpotensi memperkaya pemahaman mengenai posisi Lampung dalam jaringan perdagangan dan interaksi antarkawasan pada masa lalu.

Penemuan artefak di wilayah Keratuan Balau pun kini tidak hanya menjadi sebuah cerita tentang benda yang terkubur di dalam tanah, tetapi juga membuka peluang untuk menelusuri kembali jejak peradaban Lampung yang mungkin selama ini belum sepenuhnya terungkap.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Arie Sai Bumiarkeologi LampungArtefak Bandar LampungArtefak Dinasti MingArtefak Dinasti Tangbudaya lampungKeramik ChinaKeratuan BalauKoin Kuno ChinaPenemuan ArtefakPerdagangan Masa LaluRudi SantosoSejarah Keratuan Balausejarah LampungSitus Bersejarah Lampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Gugatan Wanprestasi: Contoh dan Proses Hukum

Next Post

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Demokrat Pringsewu Gerak Cepat Bagikan 1.500 Masker

Related Posts

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
Berita

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

28/10/2026
Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
Berita

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

28/10/2026
ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Berita

ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan

28/10/2026
Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
Berita

Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah

28/10/2026
BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045
Berita

BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

28/10/2026
Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter
Berita

Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter

28/10/2026
Next Post
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Demokrat Pringsewu Gerak Cepat Bagikan 1.500 Masker

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Demokrat Pringsewu Gerak Cepat Bagikan 1.500 Masker

Rancangan Perubahan APBD Pringsewu 2026 Disampaikan, Pendapatan Diproyeksikan Rp1,16 Triliun

Rancangan Perubahan APBD Pringsewu 2026 Disampaikan, Pendapatan Diproyeksikan Rp1,16 Triliun

Hadapi Potensi Erupsi Anak Krakatau, Kodam XXI/Radin Inten Kerahkan Ratusan Personel

Hadapi Potensi Erupsi Anak Krakatau, Kodam XXI/Radin Inten Kerahkan Ratusan Personel

Budiyono bawa misi baru, Unila tak hanya cetak sarjana tapi harus pecahkan masalah masyarakat

Budiyono bawa misi baru, Unila tak hanya cetak sarjana tapi harus pecahkan masalah masyarakat

WBP Lapas Kalianda Turun ke Lahan, Tanam Cabai untuk Bangun Kemandirian

WBP Lapas Kalianda Turun ke Lahan, Tanam Cabai untuk Bangun Kemandirian

Berita Terkini

  • Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
  • Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
  • ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
  • Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
  • BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In