SAMUDERA NEWS– PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah konkret untuk membangun perusahaan yang lebih bersih dan berintegritas melalui sinergi strategis bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini ditandai dengan kick-off meeting antara Direksi ASDP dan tim Pencegahan dan Monitoring KPK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Senin (28/7).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya kewajiban normatif, tapi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Kami ingin menjadikan integritas sebagai budaya di seluruh lini. Evaluasi sistem internal dan pembaruan kebijakan lama menjadi agenda prioritas ASDP ke depan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, menyoroti pentingnya membangun sistem yang kokoh dan tahan terhadap potensi penyalahgunaan. Menurutnya, KPK mendorong BUMN untuk tidak hanya bereaksi, tetapi juga proaktif dalam merancang sistem antikorupsi jangka panjang.
Beberapa area fokus perbaikan yang menjadi perhatian KPK di lingkungan ASDP mencakup:
- Penguatan sistem pengadaan kapal,
- Tata kelola manajemen kapal berbasis digital,
- Integrasi data manifest penumpang agar lebih akurat dan dapat diaudit.
Aminuddin menyampaikan apresiasi atas keterbukaan manajemen ASDP dalam menerima masukan.
“Sinergi seperti ini menjadi prioritas dalam strategi KPK 2024–2029,” katanya.
ASDP juga membuka ruang pengembangan sistem Whistle Blowing yang selama ini telah berjalan, agar makin efektif dan terintegrasi dengan pengawasan eksternal. Upaya ini diharapkan menciptakan iklim kerja yang makin transparan dan akuntabel.
Terkait isu validitas manifest penumpang, Heru menyampaikan bahwa ASDP akan menindaklanjuti rencana integrasi sistem reservasi Ferizy dengan data Ditjen Dukcapil. Meski demikian, Heru menegaskan bahwa pengawasan di lapangan tetap menjadi ranah regulator, yakni KSOP dan BPTD, sementara ASDP mendukung dari sisi sistem.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran direksi ASDP lainnya, seperti Wakil Dirut Yossianis Marciano, Dirut Operasi dan Transformasi Rio Lasse, serta Direktur Keuangan dan Risiko Djunia Satriawan, bersama tim KPK dari Direktorat Antikorupsi Badan Usaha.
Dengan kolaborasi ini, ASDP berharap dapat membangun BUMN modern yang profesional, transparan, dan dipercaya publik, serta mampu menjadi role model bagi perusahaan milik negara lainnya dalam memerangi korupsi dari hulu ke hilir.***












