• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, November 1, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Giant Sea Wall atau Mangrove? Indonesia Butuh Sistem Perlindungan Pesisir Terpadu

MeldabyMelda
18/07/2026
in Berita
Giant Sea Wall atau Mangrove? Indonesia Butuh Sistem Perlindungan Pesisir Terpadu
ADVERTISEMENT

Oleh: Kiagus Bambang Utoyo

SAMUDERA NEWS- Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang dan memiliki tantangan besar dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, abrasi, kenaikan muka air laut, hingga penurunan muka tanah. Di tengah kembali mengemukanya wacana pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa, muncul perdebatan mengenai pendekatan terbaik untuk melindungi wilayah pesisir, yakni antara pembangunan tanggul laut atau rehabilitasi mangrove.

Namun, sesungguhnya kedua pendekatan tersebut tidak seharusnya dipertentangkan. Perlindungan pesisir yang efektif tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan satu solusi. Ketahanan kawasan pesisir justru harus diwujudkan melalui integrasi antara infrastruktur rekayasa dan ekosistem alami dalam satu sistem yang saling melengkapi.

Pembangunan Giant Sea Wall memang menjadi salah satu langkah yang dinilai mampu mengurangi dampak banjir rob, abrasi, serta kenaikan muka air laut. Di sisi lain, rehabilitasi mangrove juga memiliki peran penting sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

BeritaLainnya

Ayah Terluka Diserang Anak Kandung, Polisi Ungkap Kronologi di Pringsewu

Modus Pesan Ojol, Pria 23 Tahun Diduga Gasak Motor hingga Dompet Milik Driver Maxim

Persoalan yang dihadapi kawasan pesisir Indonesia jauh lebih kompleks dibanding sekadar memilih salah satu pendekatan tersebut. Selain ancaman perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan muka laut, sejumlah wilayah, khususnya di Pantai Utara Jawa, juga mengalami penurunan muka tanah (land subsidence) yang pada beberapa lokasi bahkan berlangsung lebih cepat dibandingkan kenaikan muka laut.

Penurunan muka tanah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi geologi, pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan perkotaan, hingga perubahan tata guna lahan. Kondisi ini menyebabkan ancaman terhadap kawasan pesisir datang dari dua arah sekaligus, yakni dari laut berupa gelombang ekstrem, abrasi, dan kenaikan muka laut, serta dari daratan berupa penurunan muka tanah, berkurangnya daya resap air, dan meningkatnya tekanan pembangunan.

ADVERTISEMENT

Karena itu, pembangunan tanggul laut tanpa diikuti pengendalian berbagai persoalan di wilayah daratan hanya akan menghasilkan perlindungan yang bersifat sementara.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mangrove, terumbu karang, padang lamun, dan vegetasi pantai memiliki kemampuan meredam energi gelombang, mengurangi abrasi, menahan intrusi air laut, menyimpan karbon biru, serta mendukung keanekaragaman hayati dan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan demikian, investasi terhadap ekosistem pesisir bukan hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga manfaat sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Perlindungan pesisir juga merupakan investasi strategis bagi perekonomian nasional. Kawasan pesisir menjadi lokasi pelabuhan, kawasan industri, sentra perikanan, destinasi wisata, hingga permukiman masyarakat. Kerusakan wilayah pesisir akibat banjir rob, abrasi, maupun penurunan muka tanah berpotensi meningkatkan biaya logistik, mengganggu rantai pasok, mengurangi produktivitas kawasan, serta menambah beban fiskal pemerintah.

Karena itu, pertanyaan yang seharusnya diajukan bukan lagi apakah Indonesia harus memilih Giant Sea Wall atau mangrove, melainkan bagaimana mengintegrasikan seluruh instrumen perlindungan tersebut ke dalam satu sistem yang menyeluruh.

Saatnya Memaknai Sea Wall Secara Lebih Luas

Konsep sea wall perlu dipahami bukan hanya sebagai tanggul laut, melainkan sebagai Sistem Perlindungan dan Ketahanan Pesisir Indonesia (SPKPI). Sistem ini mengintegrasikan berbagai komponen penting, mulai dari infrastruktur rekayasa, infrastruktur hijau, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), perlindungan sempadan pantai, penataan ruang, pengendalian penurunan muka tanah, adaptasi perubahan iklim, hingga tata kelola berbasis ilmu pengetahuan.

Pendekatan tersebut memperluas cara pandang bahwa perlindungan pesisir merupakan sistem yang terdiri atas berbagai lapisan yang saling mendukung. Sebagaimana pertahanan negara tidak hanya bergantung pada satu alat utama, ketahanan pesisir pun tidak dapat bertumpu pada satu jenis infrastruktur saja.

Konsep ini sejalan dengan berbagai pendekatan internasional seperti Integrated Coastal Zone Management (ICZM), Nature-based Solutions (NbS), Building with Nature (BwN), Hybrid Coastal Protection (HCP), dan Source-to-Sea Approach (S2S), yang menekankan pentingnya integrasi antara rekayasa teknik, fungsi ekologi, tata ruang, serta tata kelola.

Lima Pilar Ketahanan Pesisir

SPKPI dibangun melalui lima lapisan utama yang saling melengkapi.

Lapisan pertama adalah pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Ketahanan pesisir sejatinya dimulai dari kawasan hulu melalui konservasi hutan, pengendalian erosi, serta pengelolaan sumber daya air.

Lapisan kedua adalah perlindungan sempadan pantai sebagai ruang adaptasi alami yang memungkinkan pantai tetap menjalankan fungsi ekologisnya.

Lapisan ketiga berupa infrastruktur hijau yang meliputi mangrove, terumbu karang, padang lamun, dan vegetasi pantai sebagai benteng alami yang mampu mengurangi dampak gelombang sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.

Lapisan keempat adalah infrastruktur rekayasa seperti tanggul laut, breakwater, polder, pintu air, maupun Giant Sea Wall yang diperlukan untuk melindungi kawasan strategis seperti pelabuhan, kawasan industri, serta wilayah yang mengalami penurunan muka tanah.

Lapisan kelima merupakan tata kelola yang mencakup kebijakan, koordinasi lintas sektor, penegakan hukum, pendanaan berkelanjutan, serta partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan seluruh sistem perlindungan pesisir.

Belajar dari Belanda

Pengalaman Belanda menunjukkan bahwa perlindungan pesisir tidak lagi hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Setelah membangun Delta Works pascabanjir besar tahun 1953, Belanda mengembangkan pendekatan baru melalui program Room for the River yang menggabungkan perlindungan banjir dengan restorasi kawasan, penataan ruang, serta pengelolaan sungai yang lebih adaptif.

Pelajaran utama yang dapat diambil bukan sekadar membangun tanggul yang lebih besar, melainkan bagaimana mengintegrasikan infrastruktur rekayasa dengan proses-proses alami sehingga keduanya saling memperkuat.

Menuju Ketahanan Pesisir Indonesia

Sebagai negara dengan lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sekitar 108.000 kilometer, Indonesia membutuhkan pendekatan perlindungan pesisir yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Tidak ada satu solusi yang dapat diterapkan secara seragam.

Ketahanan pesisir juga memiliki arti strategis bagi ketahanan nasional karena kawasan pesisir merupakan pusat perdagangan, pelabuhan, kawasan industri, serta simpul konektivitas antarpulau. Gangguan terhadap wilayah pesisir akan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, logistik, hingga keamanan nasional.

Karena itu, pembangunan Giant Sea Wall perlu diposisikan sebagai salah satu bagian dari Sistem Perlindungan dan Ketahanan Pesisir Indonesia, bukan sebagai solusi tunggal.

Keberhasilan perlindungan pesisir tidak hanya diukur dari panjang tanggul yang dibangun atau luas mangrove yang ditanam, tetapi dari kemampuan sistem tersebut dalam mengurangi risiko bencana, memulihkan ekosistem, menjaga aktivitas ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan ekosistem mangrove, keanekaragaman hayati laut, pengalaman masyarakat pesisir, serta kemampuan rekayasa infrastruktur yang terus berkembang. Seluruh potensi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perlindungan pesisir yang sesuai dengan karakter negara kepulauan tropis.

Pada akhirnya, sea wall bukan hanya dimaknai sebagai tembok penahan laut. Lebih dari itu, sea wall merupakan sebuah sistem yang menyatukan rekayasa teknik, ekologi, tata ruang, ilmu pengetahuan, dan tata kelola demi menjaga ruang hidup bangsa. Benteng terkuat bagi negara kepulauan tidak hanya dibangun dari beton, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara manusia dan alam demi masa depan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Abrasi PantaiBanjir RobGiant Sea WallInfrastruktur HijauInfrastruktur RekayasaKetahanan Pesisir IndonesiaLand SubsidenceMangrovePerlindungan Pesisirperubahan iklimSea WallSPKPI
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Ratusan Penghobi Merpati Kolong Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Pringsewu

Next Post

Sat Binmas Polres Lampung Selatan Sambangi Pulau Sebesi, Bekali Pelajar Lawan Judi Online

Related Posts

Ayah Terluka Diserang Anak Kandung, Polisi Ungkap Kronologi di Pringsewu
Berita

Ayah Terluka Diserang Anak Kandung, Polisi Ungkap Kronologi di Pringsewu

01/11/2026
Modus Pesan Ojol, Pria 23 Tahun Diduga Gasak Motor hingga Dompet Milik Driver Maxim
Berita

Modus Pesan Ojol, Pria 23 Tahun Diduga Gasak Motor hingga Dompet Milik Driver Maxim

01/11/2026
ASDP Hadirkan Diskon Nataru 2026/2027, 188 Ribu Penumpang Berpeluang Menikmati Stimulus
Berita

ASDP Hadirkan Diskon Nataru 2026/2027, 188 Ribu Penumpang Berpeluang Menikmati Stimulus

01/11/2026
Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kini Diundang DPR RI Bahas RUU Perampasan Aset
Berita

Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kini Diundang DPR RI Bahas RUU Perampasan Aset

01/11/2026
RUU Perampasan Aset Masuk Agenda Komisi III, Dr. Budiyono Jadi Salah Satu Undangan
Berita

RUU Perampasan Aset Masuk Agenda Komisi III, Dr. Budiyono Jadi Salah Satu Undangan

01/11/2026
Tampil Gemilang, Siswa SMPN 1 Katibung Sabet Tiga Penghargaan Pesona Budaya 2026
Berita

Tampil Gemilang, Siswa SMPN 1 Katibung Sabet Tiga Penghargaan Pesona Budaya 2026

01/11/2026
Next Post
Sat Binmas Polres Lampung Selatan Sambangi Pulau Sebesi, Bekali Pelajar Lawan Judi Online

Sat Binmas Polres Lampung Selatan Sambangi Pulau Sebesi, Bekali Pelajar Lawan Judi Online

Didanai Kemendiktisaintek, IBN Lampung Dorong Ekonomi Sirkular di Pringsewu

Didanai Kemendiktisaintek, IBN Lampung Dorong Ekonomi Sirkular di Pringsewu

Pelabuhan Bakauheni dan Merak Bersiap Terapkan Sistem Sterilisasi Berbasis Digital

Pelabuhan Bakauheni dan Merak Bersiap Terapkan Sistem Sterilisasi Berbasis Digital

Sanksi Hukum bagi Pelaku Penggelapan Uang

Sanksi Hukum bagi Pelaku Penggelapan Uang

Polemik Febrie Adriansyah: Hotman Paris Pertanyakan Proses Penetapan Tersangka Tanpa Pemeriksaan

Polemik Febrie Adriansyah: Hotman Paris Pertanyakan Proses Penetapan Tersangka Tanpa Pemeriksaan

Berita Terkini

  • Casoola Free Spins verschijnen niet: oplossingen
  • Ayah Terluka Diserang Anak Kandung, Polisi Ungkap Kronologi di Pringsewu
  • Modus Pesan Ojol, Pria 23 Tahun Diduga Gasak Motor hingga Dompet Milik Driver Maxim
  • ASDP Hadirkan Diskon Nataru 2026/2027, 188 Ribu Penumpang Berpeluang Menikmati Stimulus
  • Tak Salah Dr. Budiyono Raih 22 Suara Senat Unila, Kini Diundang DPR RI Bahas RUU Perampasan Aset

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In