• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, October 28, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Ketika Bahasa Menjadi Senjata: Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Imajistik-Sosial Politik di Bandar Lampung

MeldabyMelda
22/10/2025
in Berita
Ketika Bahasa Menjadi Senjata: Muhammad Alfariezie dan Gaya Kritik Imajistik-Sosial Politik di Bandar Lampung
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Dalam lanskap sastra kontemporer Lampung, nama Muhammad Alfariezie muncul sebagai sosok penyair muda yang tak hanya piawai dalam mengolah kata, tetapi juga cerdas memanfaatkan bahasa sebagai alat kritik sosial-politik. Karyanya yang berjudul Benih Khianat di Kota Merdeka menjadi contoh nyata bagaimana puisi dapat menggabungkan kekuatan imajistik dengan pesan moral dan politik yang mendalam.

Penyair asal Bandar Lampung ini dikenal mampu menyisipkan frasa abstrak sekaligus konkret dalam pamflet puitisnya, menciptakan karya yang memaksa pembaca tidak sekadar membaca, tetapi merasakan dan menafsirkan realitas sosial di sekeliling mereka. Dalam puisi ini, Alfariezie menggunakan imaji sebagai medium utama untuk menyampaikan kritik terhadap penyalahgunaan kekuasaan di tingkat lokal, khususnya di Kota Bandar Lampung.

Benih Khianat dan Imaji Moral

Puisi Benih Khianat di Kota Merdeka dibuka dengan larik yang menegaskan keberpihakan penyair pada nilai-nilai moral:

BeritaLainnya

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

“Masa depan Bandar Lampung
enggak boleh tumbuh dari
benih-benih khianat wali kota”

Larik ini menampilkan imaji benih sebagai simbol pertumbuhan yang rusak sejak akarnya, menegaskan bahwa kebijakan atau tindakan politik yang korup akan merusak masa depan kota. Dengan metafora sederhana namun kuat, pembaca diajak untuk menyadari bahwa pembangunan fisik atau sosial tidak dapat tumbuh dari fondasi yang salah. Konsep ini mencerminkan kemampuan Alfariezie dalam memadukan seni visual bahasa dengan pesan etika yang tegas.

ADVERTISEMENT

Kontras Antara Ideal dan Realitas

Larik berikutnya:

“Bandar Lampung bercita-cita
Sama dengan Indonesia”

menghadirkan imaji nasional dan idealisme. Kota Bandar Lampung diibaratkan sebagai miniatur Indonesia, yang memiliki cita-cita dan sejarahnya sendiri. Namun, kontras tajam muncul di larik-larik selanjutnya:

“Kota ini terhina jika menjebak
siswa untuk enggak berijazah
demi ide penggila mencuil
duit negara”

Di sini, imaji idealisme yang tinggi dihantam oleh realitas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Teknik kontras ini menciptakan guncangan moral bagi pembaca, seolah melihat dua wajah dari satu entitas: satu ideal, satu bobrok. Strategi ini menunjukkan kecerdasan Alfariezie dalam menggunakan bahasa untuk menggugah kesadaran sosial.

Imaji Kasihan dan Luka Kolektif

Repetisi kata “kasihan” dalam larik:

“Kasihan jika nanti sulit
membangun hijau klan digital”
“Kasihan bila ke depan terus
mengurus pra sejahtera”

membangun imaji empati yang kuat. Ungkapan ini tidak hanya menunjukkan penderitaan warga, tetapi juga menghadirkan visualisasi kota modern yang tertahan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. “Hijau klan digital” menjadi citraan futuristik yang menggambarkan impian kota yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa intervensi moral dan etika.

Revolusi Bahasa dan Imaji Politik

Klimaks puisi tercermin pada larik:

“Kota ini merdeka bukan untuk
mereka yang bejat! Daulat
rakyat untuk kita yang hebat”

Di sini, imaji revolusioner muncul. Kata-kata seperti “Daulat rakyat” dan “kita yang hebat” menjadi simbol kebangkitan kolektif masyarakat sipil, menegaskan perlawanan terhadap penguasa yang menyeleweng. Alfariezie menunjukkan bahwa bahasa bisa menjadi senjata visual: bukan sekadar ekspresi artistik, tetapi alat perjuangan moral dan politik yang memicu kesadaran dan aksi.

Fungsi Imaji dalam Kritik Sosial

Dengan menghadirkan citraan seperti “benih khianat”, “hijau klan digital”, “kota merdeka”, dan “daulat rakyat”, Alfariezie membuktikan bahwa imaji dalam puisi bersifat komunikatif dan bukan sekadar dekoratif. Imaji ini bergerak dari kritik individu (wali kota) ke refleksi sosial (kota) hingga pernyataan revolusioner (rakyat), menunjukkan kompleksitas strategi bahasa yang dipadukan dengan kepedulian sosial.

Gaya Imajistik – Sosial Politik

Puisi ini menjadi contoh sempurna dari gabungan gaya imajistik dan kritik sosial-politik. Penyair mengubah kata menjadi senjata visual, imaji menjadi medium untuk menyampaikan aspirasi moral dan politik, sekaligus menegaskan pentingnya integritas dalam kehidupan publik. Melalui pendekatan imajistik, Benih Khianat di Kota Merdeka bukan hanya karya sastra, tetapi juga manifesto etika, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati sebuah kota hanya dapat tumbuh dari benih kejujuran dan keberpihakan pada rakyat.

Muhammad Alfariezie berhasil menghadirkan puisi yang kaya imaji, penuh kritik sosial-politik, dan memiliki daya guncang moral. Karya ini menekankan bahwa bahasa bisa menjadi alat perlawanan, pendidikan sosial, dan pendorong perubahan. Dengan imaji yang dinamis, penyair mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi lokal sambil memimpikan masa depan yang adil, merdeka, dan berdaya saing.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarLampungImajistikKritikSosialMuhammadAlfarieziePolitikLokalPuisiLampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Lampung Selatan Hadirkan Jalan Mulus Way Harong-Simpang Sidoharjo, Dorong Ekonomi dan Agro Eduwisata Desa Agom

Next Post

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying Anak Rongsok Menggemparkan Publik

Related Posts

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
Berita

Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan

28/10/2026
Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
Berita

Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya

28/10/2026
ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
Berita

ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan

28/10/2026
Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
Berita

Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah

28/10/2026
BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045
Berita

BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

28/10/2026
Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter
Berita

Bukan Sekadar Seremoni, Bapas Kotabumi Dorong Generasi Muda Bangun Karakter

28/10/2026
Next Post
SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying Anak Rongsok Menggemparkan Publik

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kasus Bullying Anak Rongsok Menggemparkan Publik

Mahasiswa Unila Bawa Lampung ke Panggung ASEAN, Angkat Isu Gender dalam Transisi Energi di Kuala Lumpur

Mahasiswa Unila Bawa Lampung ke Panggung ASEAN, Angkat Isu Gender dalam Transisi Energi di Kuala Lumpur

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lampung: Santri Didorong Jaga Nilai Kebangsaan dan Majukan Peradaban

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lampung: Santri Didorong Jaga Nilai Kebangsaan dan Majukan Peradaban

Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Pesawaran Ajak Santri Jadi Pelaku Peradaban Dunia

Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Pesawaran Ajak Santri Jadi Pelaku Peradaban Dunia

Bupati Pringsewu Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Santri Didorong Jadi Agen Perubahan

Bupati Pringsewu Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Santri Didorong Jadi Agen Perubahan

Berita Terkini

  • Aqrobin A.M. Serukan Generasi Muda Berani Mengawasi Anggaran dan Kekuasaan
  • Dudung Abdurachman Dorong Pendekatan Humanis untuk Pulihkan Keamanan di Papua Barat Daya
  • ATR/BPN Perkuat Pembinaan PPAT untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanahan
  • Pencatatan Aset Negara Bermasalah, UU Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Tanah
  • BNNKLS Gaungkan Semangat Pemuda Bersinar untuk Selamatkan Generasi Emas 2045

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In