• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, September 17, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Program Helau: Semut di Seberang Laut Tampak Jelas, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak

MeldabyMelda
17/09/2026
in Berita
Program Helau: Semut di Seberang Laut Tampak Jelas, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- “Helau”, kata yang tidak asing, baik dalam tulisan ketika belajar bahasa Lampung maupun sebagai ungkapan yang kerap digunakan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan. Secara etimologis, kata tersebut berasal dari bahasa Lampung yang mengandung makna “bagus”.

Berbicara tentang Helau, sedikit mengintip salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang mengakronimkan kata tersebut dengan cakupan makna yang lebih luas. Helau tidak lagi sekadar berkonotasi “bagus”, tetapi menjadi Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul (Helau), sebuah format program pembangunan terpadu yang berorientasi pada lingkungan.

Program pembangunan tersebut diaplikasikan melalui kompetisi desa dengan imbalan hadiah yang mencapai miliaran rupiah. Spontan, desa-desa pun berbenah. Tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan pemerintah desa demi memenuhi arah kebijakan tersebut. Satu per satu desa berbenah dan menata diri untuk menjadi Helau.

BeritaLainnya

HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda

Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Evakuasi Bersama BPBD

Namun, di sisi lain, kondisi yang terjadi di Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan, justru terkesan berbanding terbalik.

Kalianda yang seharusnya menjadi simbol representatif sekaligus barometer dari makna Helau maupun program pembangunan tersebut, justru masih menyisakan sejumlah pemandangan yang terkesan kumuh dan kurang terawat.

ADVERTISEMENT

Pemandangan yang mencolok—yang dinilai belum mencerminkan unsur Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul—terlihat setidaknya di sejumlah ruas jalan yang menuju pusat pemerintahan, termasuk kawasan sekitar Kantor Bupati Lampung Selatan.

Taman kota di sejumlah titik tampak gersang. Sebagian area juga terlihat tidak tertata, sementara puing-puing dan material berserakan. Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi penerapan semangat Helau di kawasan yang justru menjadi wajah ibu kota kabupaten.

Salah satunya terlihat di Jalan Kolonel Makmun Rasyid, mulai dari bundaran tugu di depan Kantor Pengadilan Agama hingga perempatan lampu merah Hotel Kalianda.

Tanaman bunga yang ditempatkan untuk menghiasi pembatas jalan di sejumlah titik terlihat kurang terawat. Sebagian tanaman tampak mati, dengan kondisi tanah yang gersang. Sejumlah pot bunga juga terlihat kosong, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan dan menyisakan puing di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut tentu menjadi sorotan, terlebih apabila fasilitas maupun tanaman tersebut sebelumnya diperoleh melalui belanja pemerintah yang bersumber dari anggaran publik.

Pemandangan hampir serupa terlihat di Jalan Raden Intan, mulai dari kawasan Patung Raden Intan, Simpang Fajar hingga pertigaan Rawa-Rawa.

Sejumlah titik terlihat belum tertata secara optimal. Bahkan, taman edukasi yang berdampingan dengan rumah dinas serta taman di depan rumah dinas Bupati Lampung Selatan juga dinilai membutuhkan perhatian dari sisi pemeliharaan.

Di sinilah kemudian peribahasa “Semut di seberang lautan tampak jelas, tetapi gajah di pelupuk mata tiada tampak” terasa relevan untuk menggambarkan sebuah ironi.

Program Helau yang mendorong desa-desa untuk berbenah melalui kompetisi dan penghargaan, idealnya juga tercermin pada wajah ibu kota kabupaten. Sebab, jika desa dituntut untuk memenuhi unsur Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul, maka kawasan pusat pemerintahan semestinya menjadi contoh pertama dalam penerapannya.

Kembali pada konteks Helau dan relevansinya dengan program pembangunan, secara ideal program tersebut merupakan sebuah gagasan inovatif yang memadukan pembangunan infrastruktur dengan perhatian terhadap lingkungan.

Jika tujuan tersebut dapat diwujudkan secara konsisten, bukan tidak mungkin Helau mampu mengubah wajah Kabupaten Lampung Selatan menjadi lebih tertata, hijau dan berwawasan lingkungan.

Bahkan, keberhasilan tersebut dapat menjadi catatan positif bagi Kabupaten Lampung Selatan dibandingkan daerah lain di Lampung maupun daerah lainnya di Indonesia.

Namun, program yang baik tidak cukup hanya dengan konsep, kompetisi maupun seremoni.

Dibutuhkan konsistensi dari seluruh satuan kerja yang memiliki tanggung jawab terhadap pemeliharaan ruang publik, taman, fasilitas lingkungan dan kawasan pemerintahan.

Sebab, apabila semangat Helau hanya berhenti pada kompetisi desa, sementara wajah ibu kota kabupaten justru luput dari perhatian, maka akan muncul pertanyaan besar mengenai konsistensi implementasi program tersebut.

Helau seharusnya bukan sekadar nama program, bukan pula hanya agenda seremonial untuk menggugurkan kewajiban dalam pemanfaatan anggaran.

Helau akan memiliki makna apabila nilai Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul benar-benar terlihat dalam kehidupan masyarakat—mulai dari desa hingga pusat pemerintahan.

Dan pada akhirnya, keberhasilan Helau bukan hanya diukur dari siapa yang memenangkan kompetisi desa dan berapa besar hadiah yang diberikan, tetapi juga dari seberapa nyata perubahan wajah Lampung Selatan yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: HelauKaliandaKritikPembangunanLampungSelatanLingkunganPembangunanDaerahPemkabLampungSelatanProgramHelauRadityoEgiPratamaTamanKota
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Evakuasi Bersama BPBD

Next Post

HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda

Related Posts

HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda
Berita

HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda

17/09/2026
Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Evakuasi Bersama BPBD
Berita

Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Evakuasi Bersama BPBD

17/09/2026
IIB Darmajaya Buka Program S3 Informatika, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 21 September
Berita

IIB Darmajaya Buka Program S3 Informatika, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 21 September

17/09/2026
Isu “Orang Dekat” Ketua DPRD Muncul, HIMATRA Minta Revitalisasi Sekolah Dinilai Berdasarkan Fakta
Berita

Isu “Orang Dekat” Ketua DPRD Muncul, HIMATRA Minta Revitalisasi Sekolah Dinilai Berdasarkan Fakta

17/09/2026
Rp2,1 Triliun Raperda APBD Lampung Selatan 2027, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Sorotan
Berita

Rp2,1 Triliun Raperda APBD Lampung Selatan 2027, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Sorotan

17/09/2026
Dua Laboratorium UIM di Penengahan Resmi Dibuka, Ini Harapan Zulkifli Hasan
Berita

Dua Laboratorium UIM di Penengahan Resmi Dibuka, Ini Harapan Zulkifli Hasan

16/09/2026
Next Post
HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda

HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda

Berita Terkini

  • HUT Lalu Lintas ke-71, Polres Lampung Selatan Buka Ruang Kreativitas Seniman Muda
  • Program Helau: Semut di Seberang Laut Tampak Jelas, Gajah di Pelupuk Mata Tak Tampak
  • Lapas Kalianda Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Evakuasi Bersama BPBD
  • IIB Darmajaya Buka Program S3 Informatika, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 21 September
  • Isu “Orang Dekat” Ketua DPRD Muncul, HIMATRA Minta Revitalisasi Sekolah Dinilai Berdasarkan Fakta

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In