• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, July 9, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home OLAHRAGA

Portugal Bertemu Kroasia dan Spanyol, Argentina Dapat Lawan Lebih Ringan? Ini Analisisnya

MeldabyMelda
09/07/2026
in OLAHRAGA
Portugal Bertemu Kroasia dan Spanyol, Argentina Dapat Lawan Lebih Ringan? Ini Analisisnya
ADVERTISEMENT

Editorial Redaksi

SAMUDERA NEWS- Ketika Portugal harus berjibaku menghadapi Kolombia, DR Kongo, Kroasia hingga Spanyol hanya untuk mencapai babak gugur, Argentina justru melaju melalui jalur yang di atas kertas jauh lebih bersahabat.

Perbedaan tingkat kesulitan tersebut memunculkan satu pertanyaan yang semakin ramai diperbincangkan: apakah format dan hasil drawing Piala Dunia 2026 benar-benar menghasilkan kompetisi yang seimbang?

Perdebatan ini bukan berarti menjadi bukti bahwa FIFA mengatur hasil undian demi menguntungkan Argentina.

BeritaLainnya

Inggris Siapkan Senjata Baru Hadapi Norwegia, Tuchel Diprediksi Pakai Formasi 3-5-2

Prediksi Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Lamine Yamal, Haaland, hingga Harry Kane Jadi Sorotan

Hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya manipulasi drawing.

Namun, dalam olahraga modern, persepsi publik terhadap keadilan sama pentingnya dengan keadilan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

Ketika satu kandidat juara mendapat rangkaian lawan yang relatif lebih ringan, sementara kandidat lain harus menghabiskan energi melawan kekuatan-kekuatan besar sejak fase grup, FIFA tidak bisa mengabaikan munculnya pertanyaan mengenai keseimbangan kompetisi.

Faktanya, Argentina tergabung bersama Aljazair, Austria, dan Yordania pada fase grup. Di babak 32 besar mereka bertemu Cape Verde, kemudian Mesir pada babak 16 besar, dan kini menghadapi Swiss di perempat final.

Sebaliknya, Portugal sejak awal berada dalam grup yang dihuni DR Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia, lalu harus menghadapi Kroasia pada babak 32 besar sebelum akhirnya tersingkir oleh Spanyol di babak 16 besar.

Sulit membantah bahwa beban pertandingan Portugal jauh lebih berat dibandingkan Argentina.

Memang, sepak bola mengenal prinsip bahwa drawing adalah hasil undian.

Namun, justru di sinilah tantangan terbesar format baru 48 peserta.

Dengan bertambahnya jumlah grup dan sistem lolos delapan peringkat ketiga terbaik, jalur menuju fase gugur menjadi jauh lebih kompleks dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Beberapa akademisi bahkan menilai format tersebut berpotensi menciptakan ketidakseimbangan jalur dan mengurangi prediktabilitas kompetisi sehingga perlu dievaluasi.

Kontroversi semakin membesar ketika sejumlah keputusan perwasitan dan VAR yang menguntungkan Argentina menuai kritik luas dari berbagai pengamat dan media internasional.

Tidak sedikit yang mempertanyakan konsistensi pengambilan keputusan wasit sepanjang turnamen.

Sekali lagi, kritik tersebut bukan bukti adanya rekayasa, tetapi menunjukkan bahwa FIFA menghadapi persoalan serius mengenai kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi.

Dalam olahraga sebesar Piala Dunia, hilangnya kepercayaan publik dapat menjadi masalah yang sama besarnya dengan kesalahan di atas lapangan.

Ironisnya, Argentina sendiri sebenarnya tidak bisa disalahkan atas jalur yang mereka lalui.

Tim asuhan Lionel Scaloni hanya memainkan lawan yang telah ditentukan oleh hasil drawing dan perkembangan turnamen.

Kritik seharusnya lebih diarahkan kepada sistem kompetisi yang memungkinkan munculnya ketimpangan tingkat kesulitan antarkandidat juara.

Sebab apabila dua tim unggulan memiliki kualitas yang relatif setara, tetapi satu harus mengalahkan Kolombia, Kroasia, dan Spanyol, sedangkan yang lain baru bertemu lawan elite jauh di fase akhir, maka muncul pertanyaan apakah prinsip competitive balance benar-benar telah terwujud.

Bagi FIFA, persoalan ini bukan sekadar membuktikan bahwa drawing dilakukan secara sah.

Federasi sepak bola dunia juga memiliki tanggung jawab menjaga persepsi publik bahwa seluruh peserta memperoleh kesempatan yang setara menuju gelar juara.

Transparansi prosedur drawing, evaluasi format 48 peserta, serta konsistensi kepemimpinan wasit menjadi pekerjaan rumah yang tidak dapat ditunda apabila FIFA ingin menjaga kredibilitas turnamen terbesar di dunia ini.

Pada akhirnya, Argentina tetap harus memenangkan pertandingan di lapangan untuk menjadi juara dunia.

Namun, selama perbedaan tingkat kesulitan jalur antartim begitu mencolok, pertanyaan mengenai keadilan kompetisi akan terus muncul.

Dalam sepak bola modern, integritas bukan hanya soal benar atau salah, melainkan juga soal mampu meyakinkan miliaran penonton bahwa semua peserta benar-benar memulai perlombaan dari garis yang sama.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: ArgentinaDrawing Piala DuniaFIFAIntegritas KompetisiLionel ScaloniPerempat Final Piala DuniaPIALA DUNIA 2026PortugalSepak Bola DuniaThomas TuchelVAR
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Lompatan Metafora Jadi Kekuatan Muhammad Alfariezie, Kritik Sastra Soroti Identitas Estetiknya

Next Post

Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Negara Rp5 Triliun, Feri Kurniawan Desak Penegakan Hukum Tegas

Related Posts

Inggris Siapkan Senjata Baru Hadapi Norwegia, Tuchel Diprediksi Pakai Formasi 3-5-2
OLAHRAGA

Inggris Siapkan Senjata Baru Hadapi Norwegia, Tuchel Diprediksi Pakai Formasi 3-5-2

08/07/2026
Prediksi Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Lamine Yamal, Haaland, hingga Harry Kane Jadi Sorotan
OLAHRAGA

Prediksi Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Lamine Yamal, Haaland, hingga Harry Kane Jadi Sorotan

06/07/2026
Portugal vs Spanyol: Lamine Yamal Cs Lebih Diunggulkan, Ronaldo Terancam Pulang
OLAHRAGA

Portugal vs Spanyol: Lamine Yamal Cs Lebih Diunggulkan, Ronaldo Terancam Pulang

06/07/2026
Messi Unggul Tipis dari Ronaldo? Argentina Dijagokan Menang 2-1 atas Portugal
OLAHRAGA

Messi Unggul Tipis dari Ronaldo? Argentina Dijagokan Menang 2-1 atas Portugal

23/06/2026
Cristiano Ronaldo Masih Jadi Andalan, Portugal Diyakini Menang Meyakinkan atas Uzbekistan
OLAHRAGA

Cristiano Ronaldo Masih Jadi Andalan, Portugal Diyakini Menang Meyakinkan atas Uzbekistan

22/06/2026
Prediksi Belgia vs Iran: Setan Merah Dibayangi Motivasi Besar Tim Melli
OLAHRAGA

Prediksi Belgia vs Iran: Setan Merah Dibayangi Motivasi Besar Tim Melli

21/06/2026
Next Post
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Negara Rp5 Triliun, Feri Kurniawan Desak Penegakan Hukum Tegas

Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Negara Rp5 Triliun, Feri Kurniawan Desak Penegakan Hukum Tegas

Camat Banyumas Ingatkan Bahaya Pergaulan Pelajar, Rakor Bahas Transmigrasi dan HUT RI

Camat Banyumas Ingatkan Bahaya Pergaulan Pelajar, Rakor Bahas Transmigrasi dan HUT RI

Banggar DPRD Lampung Selatan Apresiasi WTP 10 Kali Berturut-turut, Minta PAD Terus Ditingkatkan

Banggar DPRD Lampung Selatan Apresiasi WTP 10 Kali Berturut-turut, Minta PAD Terus Ditingkatkan

Berita Terkini

  • Banggar DPRD Lampung Selatan Apresiasi WTP 10 Kali Berturut-turut, Minta PAD Terus Ditingkatkan
  • Camat Banyumas Ingatkan Bahaya Pergaulan Pelajar, Rakor Bahas Transmigrasi dan HUT RI
  • Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Negara Rp5 Triliun, Feri Kurniawan Desak Penegakan Hukum Tegas
  • Portugal Bertemu Kroasia dan Spanyol, Argentina Dapat Lawan Lebih Ringan? Ini Analisisnya
  • Lompatan Metafora Jadi Kekuatan Muhammad Alfariezie, Kritik Sastra Soroti Identitas Estetiknya

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In