SAMUDERA NEWS– PJ Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan, memimpin peluncuran resmi Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, pada hari Senin. Acara ini menjadi bagian integral dari upaya nasional untuk mengurangi angka stunting di seluruh Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut para kepala OPD Kabupaten Tanggamus, Ketua PKK Kabupaten Tanggamus, Ketua Persit Forkopimda Kabupaten Tanggamus, Camat Kota Agung Timur beserta stafnya, kepala pekon di se-Kecamatan Kota Agung Timur, dan para kader posyandu.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Taufik Hidayat, menyampaikan latar belakang kegiatan ini berdasarkan data survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan sedikit dalam prevalensi stunting secara nasional dari 21,6% pada tahun 2022 menjadi 21,5% pada tahun 2023, masih diperlukan tindakan lebih lanjut untuk menanggulangi masalah tersebut.
“Melalui arahan Wakil Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, kita akan melaksanakan gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Indonesia pada bulan Juni 2024. Kabupaten Tanggamus turut serta dalam upaya ini dengan langkah-langkah konkret untuk menurunkan angka stunting,” ungkap Taufik Hidayat.
Gerakan ini juga selaras dengan inisiatif inovatif “Gema Penting” di Kabupaten Tanggamus, yang terdiri dari 10 program utama. Salah satu fokusnya adalah “Gebyar Penikur” (Gerakan Bersama Penimbangan dan Pengukuran), yang bertujuan untuk mendeteksi masalah gizi dan memberikan edukasi tentang stunting kepada seluruh sasaran, termasuk keluarga.
Beberapa langkah persiapan yang telah dilakukan meliputi:
1. Sosialisasi dan Rapat Teknis: Dilaksanakan baik secara daring maupun luring pada tanggal 31 Mei 2024, melibatkan OPD dan lintas sektor terkait, penggerak PKK, dan mitra CSR, yang dipimpin oleh PJ Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus.
2. Inventarisasi Sumber Daya: Dilakukan pada 1 Juni 2024, untuk memastikan ketersediaan alat antropometri di seluruh posyandu. Meskipun beberapa posyandu masih kekurangan alat, hal ini telah diatasi dengan pembagian jadwal hari buka posyandu.
3. Penyiapan Sasaran: Dilakukan secara serentak pada 7-10 Juni 2024, melibatkan seluruh ibu hamil, bayi, balita, dan calon pengantin di wilayah masing-masing.
Hingga 10 Juni 2024 pukul 07.00 WIB, sebanyak 35.000.910 dari 39.973 target sasaran telah menerima layanan, mencapai 88,96% dari total sasaran.
Dalam pidatonya, PJ Bupati Mulyadi Irsan menegaskan pentingnya komitmen semua pihak terhadap gerakan ini. “Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas merupakan investasi penting bagi masa depan Tanggamus dan Indonesia. Mari bersama-sama berkomitmen untuk mencapai target penurunan angka stunting,” tegas Mulyadi.
Diharapkan, gerakan intervensi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat Tanggamus dan menjadi langkah konkret dalam mendukung pencapaian target penurunan angka stunting secara nasional.












