SAMUDERA NEWS– Sebuah momen saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terlihat meninggalkan ruangan ketika Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) di Kairo, Mesir, menjadi viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar luas, Erdogan tampak berjalan keluar ruangan saat Prabowo berbicara. Video itu dirilis oleh Sekretariat Presiden dan memperlihatkan Erdogan melintas di belakang kursi Prabowo, bahkan sempat menyenggolnya, sebelum meninggalkan ruangan.
Pidato Prabowo dan Respons Delegasi
Ketika itu, Prabowo sedang mengecam pelanggaran hukum internasional oleh Israel dan menyerukan dukungan nyata untuk Palestina.
“Kita selalu bilang, kita mendukung Palestina, tetapi jika kita lemah, bagaimana bisa kita mendukung Palestina?” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Ia juga mendorong negara-negara D-8 untuk fokus pada kerja sama di sektor ekonomi biru. Menurutnya, potensi perikanan dunia senilai US$600 miliar bisa dimanfaatkan untuk menjadikan blok ini sebagai kekuatan ekonomi global.
Penjelasan Kementerian Luar Negeri
Viralnya video tersebut memicu berbagai spekulasi. Namun, Kementerian Luar Negeri RI memberikan klarifikasi. Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah ‘Roy’ Soemirat, menegaskan bahwa situasi seperti itu adalah hal lumrah dalam forum internasional.
“Ketua delegasi memiliki hak menentukan kapan akan duduk di kursi delegasi atau meninggalkan ruangan. Sering kali, mereka melakukan pertemuan paralel dengan delegasi lain di ruangan berbeda,” kata Roy.
Ia juga menyebutkan bahwa keluar-masuk ruangan oleh delegasi adalah praktik umum di forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Reaksi di Media Sosial
Video momen ini ramai di media sosial, khususnya platform X. Salah satu unggahan telah disukai oleh 27 ribu pengguna, di-retweet 5.300 kali, dan mendapatkan lebih dari 700 komentar dari netizen yang memperdebatkan insiden tersebut.
Sementara itu, Kemlu RI menegaskan bahwa delegasi Indonesia tidak dapat memberikan komentar terkait agenda delegasi negara lain yang mungkin harus menjalankan jadwal berbeda selama konferensi berlangsung.***











