SAMUDERA NEWS– Sejumlah anggota DPRD Pringsewu menanggapi positif rencana pembangunan wajah ibukota yang disampaikan Bupati Riyanto Pamungkas dalam rapat koordinasi bulanan, Senin (3/3/2025). Mereka menilai langkah ini sebagai upaya penting dalam memperbaiki tata kota, meningkatkan infrastruktur, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, Anton Subagyo, mengapresiasi program 100 hari kerja yang dipaparkan bupati. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran di setiap OPD agar pembangunan berjalan optimal tanpa pemborosan.
“Pembangunan wajah ibukota harus melibatkan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat. Dengan anggaran terbatas, kualitas harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Anton juga menyoroti pemanfaatan pajak yang berasal dari masyarakat untuk perbaikan infrastruktur jalan, pengerukan drainase penyebab banjir, dan peningkatan fasilitas umum. Menurutnya, wajah kota yang ideal adalah ketika masyarakat dapat menikmati jalan yang baik, bebas dari genangan air, serta memiliki lingkungan yang bersih dan tertata.
Hal senada disampaikan oleh Sudiyono, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra. Ia menilai kepemimpinan Bupati Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati yang berasal dari latar belakang berbeda, yakni pengusaha dan politisi, bisa menjadi kombinasi kuat dalam mendorong pembangunan Pringsewu.
“Sebagai daerah otonomi, Pringsewu harus memanfaatkan kewenangan dan sumber dayanya untuk membangun daerah secara mandiri. Tentu akan ada tantangan, tapi dengan kerja sama semua pihak, hal ini bisa diwujudkan,” katanya.
Sudiyono juga mendukung rencana bupati yang akan menggelar rapat di luar jam kerja, termasuk malam hari, untuk mempercepat pengambilan keputusan strategis.
“Seluruh perangkat OPD harus siap dengan pola kepemimpinan yang baru. Pringsewu yang telah berdiri selama 15 tahun harus mengalami perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan dari DPRD, program pembangunan wajah ibukota Pringsewu diharapkan dapat segera terealisasi dengan konsep yang matang serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.***











