SAMUDERA NEWS — Anggota Komisi VIII DPR RI Aprozi Alam menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan umat melalui penguatan zakat dan wakaf, sekaligus menyalurkan 15.000 bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa MIN, MTs, dan MAN di Lampung Utara.
Dalam agenda Serap Aspirasi dan Sosialisasi Program Prioritas Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf di Gedung Korpri, Selasa (6/5), Aprozi mengajak masyarakat memahami peran vital zakat dan wakaf sebagai instrumen keuangan sosial Islam dalam menanggulangi kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi umat.
“DPR memiliki tanggung jawab dalam fungsi regulasi dan penganggaran. BAZNAS dan BWI adalah dua lembaga resmi yang kita dukung untuk mengelola zakat dan wakaf secara profesional demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Aprozi juga menegaskan bahwa wakaf kini tidak terbatas pada tanah atau bangunan, melainkan juga bisa berupa uang yang dikelola secara produktif untuk pendidikan, layanan kesehatan, hingga pembangunan tempat ibadah.
Plt. Kakanwil Kemenag Lampung Erwinto menambahkan, wakaf produktif kini menjadi fokus nasional, dengan empat program prioritas yang dijalankan Kemenag: Kampung Zakat, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf, dan Kota Wakaf.
“Program-program ini sudah menyasar bantuan air bersih, pemberdayaan UMKM, beasiswa pendidikan, hingga pembangunan sekolah berbasis wakaf,” jelas Erwinto.
Selain beasiswa, Aprozi juga menyalurkan sejumlah bantuan lainnya di Lampung, mulai dari dukungan untuk pondok pesantren, pembangunan masjid dan musala, bantuan alat salat, sembako, hingga program penanggulangan pasca-banjir.
Dengan pendekatan aspiratif dan kolaboratif, Aprozi Alam mendorong agar zakat dan wakaf bukan hanya menjadi kewajiban keagamaan, tapi juga gerakan sosial transformatif demi membangun keadilan sosial dan kemandirian umat.***












