SAMUDERA NEWS- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar acara pisah sambut Kapolres di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati. Malam penuh kehangatan ini menjadi ajang penghormatan atas pengabdian AKBP Yusriandi Yusrin serta penyambutan resmi AKBP Toni Kasmiri yang kini bertugas menjaga keamanan di wilayah strategis pintu gerbang Pulau Sumatra.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Polres selama masa kepemimpinan Yusriandi, terutama dalam memberantas peredaran narkotika.
“Polres Lampung Selatan telah mengungkap 23 kasus narkoba hanya dalam tiga bulan pertama 2025,” ungkap Bupati.
Barang bukti yang disita meliputi:
- 52,5 kg sabu
- 127,2 kg ganja
- 4.950 butir ekstasi
- 98 butir obat berbahaya lainnya
Tak hanya itu, pengungkapan besar atas kasus penyelundupan 21 kilogram sabu oleh warga negara Malaysia menjadi bukti nyata keseriusan Polres memberantas jaringan narkotika lintas negara.
“Kami berharap kesuksesan menyertai AKBP Yusriandi dalam tugas barunya sebagai Wakil Direktur Reskrimsus Polda Lampung, dan menyambut Bapak Toni dengan harapan membangun kepolisian yang profesional dan terbuka terhadap kolaborasi,” tegas Bupati Egi.
Dalam sambutannya, AKBP Yusriandi menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin erat selama hampir dua tahun bertugas, termasuk saat menghadapi tahun politik 2024.
“Saya bangga pernah mengabdi di Lampung Selatan. Keamanan yang terjaga adalah hasil dari kerja bersama,” ujarnya.
Sementara itu, AKBP Toni Kasmiri menyatakan komitmennya melanjutkan pengabdian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, serta membuka ruang komunikasi dua arah.
“Silakan beri masukan, bahkan kritik. Jika ada hal yang kurang berkenan, sampaikan langsung, termasuk melalui WA saya. Kami hadir bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani,” tandasnya.
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk penghargaan kepada pejabat lama. Hadir dalam kesempatan ini jajaran Forkopimda, Sekda, pimpinan OPD, tokoh adat dan agama, serta perwakilan organisasi perempuan seperti TP PKK dan DWP.
Momen pisah sambut ini tak hanya menjadi seremonial pergantian jabatan, tetapi juga wujud penguatan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Bumi Khagom Mufakat.***












