SAMUDERA NEWS— Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-18 Kabupaten Pesawaran. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, rapat ini menjadi panggung refleksi sekaligus penghargaan atas perjuangan panjang dari para pendiri hingga capaian pembangunan hari ini.
Acara berlangsung khidmat, dihadiri oleh unsur Forkopimda, DPRD, para tokoh pemekaran dari Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP), perwakilan Gubernur Lampung, tokoh agama, adat, pemuda, pimpinan BUMN/BUMD, serta insan pers.
Rangkaian kegiatan diawali tari Sigekh Penguten, pembacaan sejarah pemekaran, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, hingga penyerahan bingkisan kehormatan kepada para tokoh P3KP yang menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Pesawaran.
Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen memperkuat tekad untuk melanjutkan perjuangan dengan karya dan pengabdian.
“Hari ini kita mengenang perjuangan para pendiri, tapi juga menyatukan tekad untuk melanjutkan estafet pembangunan dengan kerja nyata,” ujar Bupati.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Lampung Zainal Abidin, yang mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi atas kemajuan Pesawaran sebagai daerah otonom muda yang menunjukkan kematangan dan ketangguhan.
“Dari kabupaten yang belajar berjalan, kini Pesawaran melangkah tegak dengan percaya diri. Tantangan justru memunculkan kreativitas dan kekuatan gotong royong yang luar biasa,” ucap Zainal.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan kemandirian akan menjadi kunci penting bagi Pesawaran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Perjalanan belum selesai. Harapan rakyat masih banyak yang menanti untuk diwujudkan. Dengan bersatu, kita bisa menjawab tantangan itu,” pungkasnya.***












