• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, May 15, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Malam Panggung Penyair PPN XIII: Totalitas Isbedy Stiawan ZS di “Tungku di Jalan Raya” Tuai Tepuk Tangan Meriah

MeldabyMelda
13/09/2025
in Berita
Malam Panggung Penyair PPN XIII: Totalitas Isbedy Stiawan ZS di “Tungku di Jalan Raya” Tuai Tepuk Tangan Meriah
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS— Malam kedua Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIII menjadi ajang pembuktian betapa puisi masih punya daya hidup yang kuat dalam membangkitkan kesadaran dan emosi publik. Acara yang digelar pada Jumat, 12 September 2025 pukul 19.30 WIB ini dibuka dengan orasi budaya dari aktor sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Sosok yang melekat dengan perannya sebagai Doel dalam serial legendaris “Si Doel Anak Sekolahan” itu menegaskan, Jakarta adalah kota yang selalu terbuka: tempat datang dan pergi, menetap maupun sekadar singgah, namun tetap menyisakan ruang untuk setiap orang yang ingin berkontribusi.

Setelah orasi, panggung diisi oleh deretan penyair dari berbagai negara Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam hingga Thailand. Nama-nama besar seperti Fakhrunnas MA Jabbar, Ulfatin Ch., Fikar W. Eda, Eddy Pranata PNP, Joshua Igho, Awwabin Helmi (Thailand), Wan Nuryani (Malaysia), Nun Wai Ha (Thailand), Ratna Ayu Budiarti, Suyadi San, hingga Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut meramaikan malam penuh karya itu.

Namun sorotan publik tertuju pada penampilan Isbedy Stiawan ZS, penyair Lampung yang dikenal sebagai “Paus Sastra Lampung” — sebuah gelar yang disematkan oleh kritikus sastra legendaris HB Jassin. Membawakan puisi berjudul “Tungku di Jalan Raya”, Isbedy tampil dengan totalitas penuh, menghipnotis penonton sejak langkah pertama menuju mikrofon. Puisinya yang menggambarkan api tungku di jalan raya sebagai simbol perlawanan dan unjuk rasa masyarakat, terasa begitu hidup ketika diucapkan dengan intonasi tegas sekaligus lirih di beberapa bagian.

BeritaLainnya

Kekerasan dalam Rumah Tangga: Hak Korban dan Sanksi Pelaku

Tiga Perguruan Tinggi Satukan Wisuda, Ratusan Sarjana Baru Siap Mengabdi

Penyair Eddy Pranata, melalui akun media sosial pribadinya, mengunggah foto-foto Isbedy saat tampil dan menulis komentar yang cukup menarik. “Totalitas Isbedy Stiawan ZS pada ‘Tungku di Jalan Raya’ luar biasa. Puisi itu bicara tentang api perlawanan di jalan, dan Isbedy membacakannya dengan penghayatan penuh,” tulisnya. Eddy, yang dikenal sebagai penggerak komunitas sastra Jaspinka (Jaringan Sastra Pinggiran Kali) di Cirebah, Banyumas Barat, menilai penampilan Isbedy menjadi salah satu highlight malam itu.

Aplaus panjang mengiringi setiap jeda pembacaan Isbedy. Bahkan, sejak ia mengucapkan pengantar hingga menutup penampilannya, riuh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan. “Itu menunjukkan pengalaman panjangnya di atas panggung. Isbedy bukan hanya membaca, tapi benar-benar memanggungkan puisi,” lanjut Eddy.

ADVERTISEMENT

Pendapat serupa disampaikan penyair senior asal Palembang, Anwar Putra Bayu, yang juga Ketua Satu Pena Sumatera Selatan. Menurutnya, panggung adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan kepenyairan Isbedy. “Setiap gerakannya, setiap intonasi, terasa sangat menjiwai. Puisinya memang marah, tapi disampaikan dengan tetap menawan. Ada estetika yang membuat penonton larut, bukan sekadar mendengar kemarahan,” ungkap Bayu.

Sayangnya, setelah penampilan Isbedy, sesi pembacaan puisi mengalami sedikit kendala teknis. Panitia mulai memanggil dua hingga tiga penyair sekaligus ke panggung untuk menghemat waktu. Cara ini, meskipun efisien, justru mengurangi kedalaman penghayatan pembacaan. “Yang belum tampil terlihat terbebani, sementara yang membaca juga kehilangan kesempatan untuk benar-benar total,” ujar salah satu penonton. Ia menilai panitia kurang cermat memperhitungkan durasi setiap penampil.

Meski begitu, acara tetap berlangsung khidmat dengan semangat kebersamaan antarpenyair lintas negara. Sanggar Matahari, komunitas musikalisasi puisi ternama, justru memberi teladan dengan hanya membawakan satu puisi. “Itu contoh terbaik. Satu puisi bisa punya dampak besar, apalagi jika dibawakan penuh penghayatan,” tambah penonton tersebut.

Malam Panggung Penyair PPN XIII ini akhirnya menjadi bukti bahwa puisi masih mampu menyampaikan keresahan, harapan, dan pesan sosial yang relevan. Penampilan Isbedy Stiawan ZS dengan “Tungku di Jalan Raya” menjadi catatan tersendiri, bukan hanya karena puisinya penuh perlawanan, tetapi juga karena totalitasnya membuktikan bahwa puisi adalah panggung kehidupan, tempat di mana kata-kata menemukan kekuatannya untuk menggugah kesadaran.***

Source: ARIEF MULYADIN
Tags: Anwar Putra BayuEddy PranataIsbedy Stiawan ZSMalam Panggung PenyairPaus Sastra LampungPertemuan Penyair NusantaraPPN XIIIPuisi Perlawanansastra IndonesiaTungku di Jalan Raya
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Pemkab Pringsewu Gandeng UAP, Bangun Dashboard Digital Terintegrasi Tingkatkan Pelayanan Publik

Next Post

Tiang Listrik PLN Patah di Pesawaran, Pengendara Motor Jadi Korban Luka dan Arus Lalu Lintas Terganggu

Related Posts

Kekerasan dalam Rumah Tangga: Hak Korban dan Sanksi Pelaku
Berita

Kekerasan dalam Rumah Tangga: Hak Korban dan Sanksi Pelaku

15/05/2026
Tiga Perguruan Tinggi Satukan Wisuda, Ratusan Sarjana Baru Siap Mengabdi
Berita

Tiga Perguruan Tinggi Satukan Wisuda, Ratusan Sarjana Baru Siap Mengabdi

14/05/2026
Residivis Kasus Narkoba Kembali Berulah, Kini Diamankan dalam Kasus Pencurian Motor
Berita

Residivis Kasus Narkoba Kembali Berulah, Kini Diamankan dalam Kasus Pencurian Motor

14/05/2026
Yasir Setiawan: Pesta Babi Bukan Sekadar Film, Tapi Media Edukasi Publik
Berita

Yasir Setiawan: Pesta Babi Bukan Sekadar Film, Tapi Media Edukasi Publik

14/05/2026
Pengertian Tindak Pidana Korupsi dan Proses Hukum di Indonesia
Berita

Pengertian Tindak Pidana Korupsi dan Proses Hukum di Indonesia

14/05/2026
Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi
Berita

Sidang Korupsi PI Lampung Ricuh, Hakim Potong Pernyataan Arinal Djunaidi

13/05/2026
Next Post
Tiang Listrik PLN Patah di Pesawaran, Pengendara Motor Jadi Korban Luka dan Arus Lalu Lintas Terganggu

Tiang Listrik PLN Patah di Pesawaran, Pengendara Motor Jadi Korban Luka dan Arus Lalu Lintas Terganggu

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Brigif 4 Marinir/BS Gelar Acara Penuh Makna di Masjid Al-Bahrie Pesawaran

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Brigif 4 Marinir/BS Gelar Acara Penuh Makna di Masjid Al-Bahrie Pesawaran

Skandal SMA Siger: BPKAD dan Kepala Sekolah Diduga Terlibat Penggelapan Aset Pemkot, Terancam Jerat Hukum Berat

Skandal SMA Siger: BPKAD dan Kepala Sekolah Diduga Terlibat Penggelapan Aset Pemkot, Terancam Jerat Hukum Berat

Puan Maharani Komando Reformasi Legislatif: Parlemen Jadi Garda Rakyat Wujudkan Sumitronomic Prabowo

Puan Maharani Komando Reformasi Legislatif: Parlemen Jadi Garda Rakyat Wujudkan Sumitronomic Prabowo

Bupati Tanggamus Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Cukuh Balak: Bantuan Sembako dan Strategi Mitigasi Pascabencana

Bupati Tanggamus Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Cukuh Balak: Bantuan Sembako dan Strategi Mitigasi Pascabencana

Berita Terkini

  • Kekerasan dalam Rumah Tangga: Hak Korban dan Sanksi Pelaku
  • Tiga Perguruan Tinggi Satukan Wisuda, Ratusan Sarjana Baru Siap Mengabdi
  • Residivis Kasus Narkoba Kembali Berulah, Kini Diamankan dalam Kasus Pencurian Motor
  • Yasir Setiawan: Pesta Babi Bukan Sekadar Film, Tapi Media Edukasi Publik
  • Pengertian Tindak Pidana Korupsi dan Proses Hukum di Indonesia

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In