SAMUDERA NEWS– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Dharmasraya, Ferdika Canra, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas ASN saat memimpin rapat internal bersama seluruh staf dan pejabat struktural, Selasa, 7 Oktober 2025, di ruang rapat Lapas setempat.
Rapat ini digelar sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, dan mempererat komunikasi antar jajaran Lapas. Ferdika menekankan bahwa setiap petugas tidak hanya bekerja untuk aman-aman saja, tetapi lebih penting menjalankan tugas sesuai aturan dan standar pemasyarakatan.
“Kerja nyari titik aman saja, anak kecil pun bisa. Tapi kerja yang benar, sesuai aturan, itu yang membedakan kita sebagai ASN yang berintegritas,” tegas Ferdika Canra di hadapan seluruh peserta rapat, menekankan prinsip profesionalisme dan tanggung jawab.
Selain itu, Ferdika mengingatkan seluruh petugas untuk menjauhi praktik yang dapat menimbulkan masalah, terutama yang berkaitan dengan miras, narkoba, atau perilaku yang merusak citra pribadi maupun institusi. Menurutnya, setiap tindakan yang mencoreng nama baik Lapas Dharmasraya dapat berdampak negatif terhadap kredibilitas lembaga secara keseluruhan.
Lebih jauh, Kalapas menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan antar bidang. Ia meminta kepala subseksi, mulai dari Tata Usaha, Admisi dan Orientasi, Keamanan dan Ketertiban, hingga Pembinaan, untuk saling mengingatkan, mendukung, dan membangun sinergi demi kelancaran operasional. “Keberhasilan tugas kita tidak akan tercapai tanpa sinergi, komunikasi yang baik, dan semangat kebersamaan di antara seluruh jajaran,” ujarnya.
Suasana rapat berlangsung hangat dan interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai kendala yang dihadapi di masing-masing subseksi. Beberapa peserta mengajukan ide terkait perbaikan sistem kerja, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan layanan publik di lingkungan Lapas. Ferdika menyambut baik setiap masukan, dan berjanji menindaklanjuti solusi-solusi yang konstruktif untuk memperbaiki tata kelola Lapas.
Selain arahan dan diskusi, Ferdika juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh petugas, mengingat tugas pemasyarakatan menuntut disiplin tinggi dan konsistensi dalam menghadapi dinamika napi maupun warga binaan.
Rapat ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur dan harapan kelancaran dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Seluruh peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan makan bersama, menegaskan nilai kebersamaan, solidaritas, dan komitmen menjaga semangat kerja tinggi di Lapas Dharmasraya.
Kalapas berharap momentum rapat ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi semata, tetapi juga sebagai titik awal penguatan budaya kerja profesional, integritas, dan pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.***












