• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, June 12, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Muhammad Alfariezie Kritik Kepasifan Masyarakat Lewat Puisi Kontemporer

MeldabyMelda
21/12/2025
in Berita
Muhammad Alfariezie Kritik Kepasifan Masyarakat Lewat Puisi Kontemporer
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS– Penyair Muhammad Alfariezie menghadirkan puisi Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi yang menyentil kondisi sosial-politik Indonesia, menyoroti bagaimana bangsa ini lahir dalam ketidakidealannya namun masyarakat justru cenderung pasif. Karya ini menekankan bahwa tantangan terbesar bukan berasal dari individu tertentu, melainkan dari sistem yang membiarkan kepasifan berkembang.

Puisi ini dibuka dengan metafora kuat: “Ibu yang sedang sakit melahirkan republik,” yang menandai kelahiran negara yang sarat masalah pendidikan, kepemimpinan, dan beban sosial. Puisi tersebut menggambarkan paradoks masyarakat yang sadar akan kebohongan dan ketidakadilan, namun memilih diam dan menikmati ironi kehidupan sehari-hari. “Kita hatam kenyataan itu menyakitkan namun tetap menikmati sambil bernyanyi,” tulis Alfariezie, menekankan sikap pasif yang membiarkan keadaan tidak berubah.

Selain itu, puisi ini secara eksplisit menegaskan bahwa kritiknya bukan ditujukan pada individu atau kelompok tertentu. Kalimat “Kita tersandera! Bukan oleh seseorang atau golongan” menegaskan bahwa penyair memandang sistem kolektif dan kepasifan sosial sebagai biang keladi stagnasi bangsa. Puisi ini mengajak pembaca merenungkan tanggung jawab kolektif: ketika terlalu banyak orang yang memahami masalah namun tetap nyaman dengan ketidakadilan, maka republik pun tidak akan benar-benar bertumbuh.

BeritaLainnya

“Yang Mulia, Saya Tak Sempat Memeluk Ibu Saya,” Pledoi Hermawan Bikin Sidang Haru

Dahlan Iskan Serahkan Penghargaan Bergengsi kepada Bupati Lampung Selatan

Alfariezie juga menyoroti fenomena sosial yang umum terjadi, di mana masyarakat lebih sibuk mengamati dan mengomentari permasalahan tanpa mengambil langkah konkret. Bahkan dalam situasi kritis yang disebutnya “republik ringkih dan mudah layu”, tindakan simbolik seperti doa pun terasa enggan dilakukan. Puisi ini menyentil ketergantungan pada kenyamanan pribadi dan kebiasaan menikmati kesulitan, sehingga membiarkan ironi terus berlanjut.

Puisi ini juga membuka refleksi lebih luas mengenai peran sastra sebagai medium kritik sosial dan politik. Alfariezie menekankan bahwa sastra tidak harus bersifat eksklusif dan hanya untuk segelintir kalangan, melainkan mampu menjadi alat propaganda moral yang menantang kesadaran masyarakat. Kritik dalam puisi ini mendorong pembaca untuk menilai kembali sikap pasif dan mengambil tanggung jawab atas perubahan, bukan sekadar menyaksikan masalah.

ADVERTISEMENT

“Republik tidak mandek karena tidak ada orang pintar, tetapi karena terlalu banyak orang yang paham namun memilih nyaman,” tegas Alfariezie melalui puisinya. Karya ini menjadi pengingat bahwa krisis bangsa sering muncul dari keheningan yang dinikmati bersama, bukan dari kegaduhan semata. Melahirkan Republik Asyik Bernyanyi mengajak masyarakat untuk keluar dari zona nyaman, menyadari tanggung jawab moral, dan aktif berkontribusi agar republik yang lahir dalam kondisi sakit ini benar-benar mampu bertumbuh dan berkembang.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Analisis PuisiKepasifan MasyarakatKritik SosialLiterasi PolitikMuhammad Alfarieziepuisi kontemporerRepubliksastra Indonesia
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Plt Kadis Pendidikan Tanggamus Enggan Klarifikasi Dugaan Pengondisian Tender

Next Post

Almira Nabila Fauzi Dialog dengan Penyandang Disabilitas di Pringsewu

Related Posts

“Yang Mulia, Saya Tak Sempat Memeluk Ibu Saya,” Pledoi Hermawan Bikin Sidang Haru
Berita

“Yang Mulia, Saya Tak Sempat Memeluk Ibu Saya,” Pledoi Hermawan Bikin Sidang Haru

12/06/2026
Dahlan Iskan Serahkan Penghargaan Bergengsi kepada Bupati Lampung Selatan
Berita

Dahlan Iskan Serahkan Penghargaan Bergengsi kepada Bupati Lampung Selatan

12/06/2026
Mayjen TNI Kristomei Turun Langsung Tenangkan Peserta Munas HIPMI
Berita

Mayjen TNI Kristomei Turun Langsung Tenangkan Peserta Munas HIPMI

12/06/2026
Sidang Ardito Wijaya Memanas, Uang Rp500 Juta Diklaim sebagai Ucapan Terima Kasih
Berita

Sidang Ardito Wijaya Memanas, Uang Rp500 Juta Diklaim sebagai Ucapan Terima Kasih

12/06/2026
Pengaruh Tekanan Publik terhadap Putusan Hakim
Berita

12/06/2026
Tangis Hermawan Eriadi Pecah di Sidang, Ceritakan Perjuangan Kelola PI 10 Persen
Berita

Tangis Hermawan Eriadi Pecah di Sidang, Ceritakan Perjuangan Kelola PI 10 Persen

12/06/2026
Next Post
Almira Nabila Fauzi Dialog dengan Penyandang Disabilitas di Pringsewu

Almira Nabila Fauzi Dialog dengan Penyandang Disabilitas di Pringsewu

Bawaslu Lampung Raih Empat Penghargaan Anugerah Kehumasan 2025

Bawaslu Lampung Raih Empat Penghargaan Anugerah Kehumasan 2025

Arus Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Turun Jelang Libur Nataru 2025

Arus Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Turun Jelang Libur Nataru 2025

Kalapas Cup 2025 Ditutup, WBP Lapas Kalianda Perkuat Sportivitas

Kalapas Cup 2025 Ditutup, WBP Lapas Kalianda Perkuat Sportivitas

Shin Tae-yong Dinilai Pahlawan, Keputusan Erick Thohir Picu Krisis Sepak Bola

Shin Tae-yong Dinilai Pahlawan, Keputusan Erick Thohir Picu Krisis Sepak Bola

Berita Terkini

  • “Yang Mulia, Saya Tak Sempat Memeluk Ibu Saya,” Pledoi Hermawan Bikin Sidang Haru
  • Dahlan Iskan Serahkan Penghargaan Bergengsi kepada Bupati Lampung Selatan
  • Mayjen TNI Kristomei Turun Langsung Tenangkan Peserta Munas HIPMI
  • Sidang Ardito Wijaya Memanas, Uang Rp500 Juta Diklaim sebagai Ucapan Terima Kasih
  • (no title)

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In