SAMUDERA NEWS– Memasuki H-5 libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), arus penumpang dan kendaraan dari Pulau Jawa yang tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Jumat (19/12/2025). Informasi ini berdasarkan data operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni yang memantau pergerakan penumpang dan kendaraan dalam kurun waktu 12 jam.
Data menunjukkan, jumlah penumpang asal Pulau Jawa yang tiba di Pelabuhan Bakauheni mencapai 44.679 orang, terdiri dari 2.847 pejalan kaki dan 41.832 penumpang dalam kendaraan. Total kendaraan yang menyeberang ke Sumatera tercatat 5.589 unit, yang terbagi atas 900 kendaraan roda dua, 4.689 kendaraan pribadi roda empat, 442 bus, dan 5.447 truk atau kendaraan besar lainnya.
Meski jumlah kapal yang dioperasikan meningkat menjadi 17 unit dibandingkan 15 kapal pada tahun sebelumnya, jumlah trip justru turun signifikan menjadi 149 trip, dibandingkan 243 trip pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi operasional meski kapasitas armada diperkuat. Aktivitas di dermaga 1, 2, dan 3 reguler serta dermaga eksekutif tetap ramai hingga Jumat malam, pukul 22.00 WIB, seiring arus penumpang dan kendaraan yang terus bergerak dari dan menuju Pulau Jawa maupun Sumatera.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menekankan bahwa seluruh kesiapan operasional penyeberangan telah dilakukan secara matang. “Seluruh kesiapan sudah kami finalkan. Prediksi puncak arus diperkirakan mencapai lebih dari 12 ribu kendaraan pada 19 Desember. Armada yang kami operasikan tahun ini dipilih dengan daya angkut besar agar proses bongkar muat lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.
Partogi menambahkan, penurunan jumlah trip dan fluktuasi arus kendaraan dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Hal ini berdampak pada kemampuan operasional kapal, termasuk kecepatan pelayaran dan jadwal keberangkatan yang terkadang menyesuaikan kondisi cuaca. Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jasa untuk selalu waspada, terutama selama cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.
Selain itu, pihak ASDP juga menegaskan pentingnya semua pengguna jasa memiliki tiket sebelum memasuki area pelabuhan. Langkah ini bertujuan mengurangi antrean kendaraan, mempercepat proses boarding, serta menekan potensi praktik percaloan yang sering terjadi di masa libur panjang. Partogi menegaskan koordinasi dengan petugas lapangan, otoritas pelabuhan, dan aparat keamanan terus dilakukan agar arus penumpang dan kendaraan tetap lancar hingga puncak Nataru yang diprediksi berlangsung pada 24 Desember 2025.
Dengan persiapan matang dan pengawasan yang ketat, diharapkan Pelabuhan Bakauheni dapat menjadi titik penyeberangan yang aman, efisien, dan nyaman bagi masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.***












