• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, September 23, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

“Seaninongan” dan “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” Siap Diluncurkan 29 September

MeldabyMelda
23/09/2026
in Berita
“Seaninongan” dan “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” Siap Diluncurkan 29 September
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Dua buku cerpen dan puisi dwibahasa (Indonesia–Lampung), “Seaninongan – Batas Atas yang Dijaga Angin” dan “Yang Belum Selesai Menjadi Nama”, akan diluncurkan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Selasa, 29 September 2026 mendatang.

Ketua pelaksana Fitri Angraini mengatakan kedua buku karya sastra tersebut merupakan hasil dari program Kemah Sastra dan Bengkel Sastra di Villa Kedaung, Bandar Lampung, pada tahun 2026 ini.

Dijelaskan Fitri, peserta Kemah Sastra didanai Indonesiana (kini Indonesia Raya, Red.) dari perorangan, sedangkan Bengkel Sastra ditaja oleh Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS dengan dukungan Badan Bahasa untuk Komunitas Sastra tahun 2026.

BeritaLainnya

Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan

Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana

Karena kuota peserta hanya 20 orang setiap event, lanjut dia, maka dari 80-an orang yang mengirim naskah dilakukan kurasi karya. Untuk menjaga netralitas seleksi, pihaknya meminta sastrawan asal Jakarta Nanang R. Supriyatin, serta dari Lampung yakni Djuhardi Basri, Isbedy Stiawan ZS, dan akademisi Unila Yinda Dwi Gustira.

“Sebanyak 20 peserta lolos kurasi inilah yang kami ikutkan di Kemah Sastra, dan 20 lagi di Bengkel Sastra. Total di dua buku sebanyak 40 penulis sastra kalangan muda,” ungkap Fitri lagi, Senin, 21 September 2026.

ADVERTISEMENT

Masih kata ketua pelaksana yang juga Direktur Lamban Sastra itu, kedua buku tersebut yang semula berbahasa Indonesia diterjemahkan ke Bahasa Lampung. Ini merupakan upaya merawat bahasa ibu agar dapat dikenal oleh kalangan lebih luas.

“Ini juga upaya menjaga bahasa Lampung tidak punah seperti diprediksi selama ini karena kurangnya pemakaian bahasa itu di masyarakat,” jelas Fitri yang didampingi panitia lainnya, Diah Rizki Nur Khalifah.

Antologi puisi dan cerpen bertajuk “Seaninongan – Batas Atas yang Dijaga Angin” diluncurkan pada pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Lalu, buku kedua “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” diluncurkan pada pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Ia berharap peluncuran ini akan dihadiri tak kurang dari 100 undangan dari pelajar SMP, SMA, mahasiswa, pegiat sastra/literasi, dan seniman Lampung.

“InsyaAllah untuk peluncuran antologi ‘Seaninongan – Batas Atas Dijaga Angin’ akan dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung sekaligus membacakan salah satu puisi peserta Kemah Sastra,” katanya.

Sedangkan antologi puisi dwibahasa “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” akan mendapat sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung.

Pemateri untuk Kemah Sastra, masih kata Fitri yang juga dosen itu, adalah Ari Pahala Hutabarat, Arman AZ, Isbedy Stiawan ZS, Yinda Dwi Gustira (akademisi Prodi Bahasa Lampung Universitas Lampung), dan Devin Cumbuan Putri (UIN Raden Intan Lampung).

Lalu, Bengkel Sastra menghadirkan narasumber dan kurator yaitu Djuhardi Basri (penyair/dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi), Nanang R. Supriyatin (sastrawan asal Jakarta), Ari Pahala Hutabarat, Isbedy Stiawan ZS, dan Yinda Dwi Gustira.

Antologi puisi dan cerpen “Seaninongan – Batas Atas yang Dijaga Angin” menghimpun karya dari Aini Kamelia (SMAN 1 Pesisir Tengah, Krui, Pesisir Barat), Laura Masyitha Alya Nurdiono (Universitas Teknokrat Indonesia), M. Alif Al Ghifari (SMAN 1 Pesisir Tengah, Krui, Pesisir Barat; kini mahasiswa), Salsa Alfira Vidya (SMAN 1 Menggala, Tulang Bawang), Imamatu Solihah, Truly Indah Mitra Sari (SMA Muhammadiyah Banyuwangi, Pringsewu), Karaissa Naraya Baginda (SMP IT Daarul ‘Ilmi Bandar Lampung), Ara Alifa Azucena (SMAN 9 Bandar Lampung), Rina Riantina (Universitas Lampung), Cykal Qv Ichiya Putri (SMAN 7 Bandar Lampung, kini mahasiswa Polinela), Alisza Nasabilla Azahra (SMA Al Huda Jati Agung, Lampung Selatan), Romadhon Jaya (FISIP Unila), Siti Nurdina Fitriani, dan Khendra Putra Al Kausar (SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro).

Selanjutnya, Sinta Nurmala Dewi (Universitas Muhammadiyah Lampung), Risma Pramudita (Universitas Muhammadiyah Kotabumi), Yuvanka Prasista (SMP Xaverius 2 Bandar Lampung), Amanda Sharfina Mahawisnu (mahasiswi), Dian Alia Ananta (SMA Al Ma’arif 05 Padang Ratu Lampung Tengah), dan Muhammad Hatta (SMAN 9 Bandar Lampung).

Sedangkan antologi puisi “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” adalah Arifatul Mukaromah (UBL), Alvindo Saferli (Prodi Bahasa Lampung FKIP Unila), Alyaroza Nabiila Zaki (Prodi Bahasa Lampung FKIP Unila), Aulia Citra Lestari (SMAN 1 Gunung Agung, Tulangbawang), Ayu Auliya (komunitas sastra), dan Dwi Yulianti (pegiat literasi).

Lalu Dzafirah Adeliaputri Isbedy (SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro), Erzha Anaya Nabila Hafidh (SMAN 10 Bandar Lampung), Fitri Amalia (pegiat literasi), Jessica Rahma Wati (Prodi Bahasa Lampung FKIP Unila), Keyza Bunga Jaya (SMAN 2 Bandar Lampung), dan M. Ichsan Zulkarnain (Bahasa dan Seni FKIP Unila).

Berikutnya, Mutiara Nunvia (Prodi Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Unila), Nadia Sebrina Mutiara (IIBI Darmajaya), Nayla Ramadhani (Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, Universitas Lampung), Nazifa Ghassani (SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro), Nesiya Chacha Amanda Aurorah (SMAN 1 Gunung Agung, Tulang Bawang Barat), Rina Riantina (FKIP Unila), Risma Pramudita (Universitas Muhammadiyah Kotabumi), dan Setiady Rosasi, S.H. (pegiat literasi/pengacara).***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: BahasaLampungBengkelSastraBukuDwibahasaKemahSastraLambanSastraSastraIndonesiaSastraLampungSeaninonganYangBelumSelesaiMenjadiNama
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Pemkab Lampung Selatan Respons Surat Ibu Korban Dugaan Pencabulan, Bentuk Tim Pemeriksa

Next Post

Related Posts

Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan
Berita

Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan

23/09/2026
Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana
Berita

Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana

23/09/2026
Berita

23/09/2026
Pemkab Lampung Selatan Respons Surat Ibu Korban Dugaan Pencabulan, Bentuk Tim Pemeriksa
Berita

Pemkab Lampung Selatan Respons Surat Ibu Korban Dugaan Pencabulan, Bentuk Tim Pemeriksa

22/09/2026
Narasi GMNI dan PKI Disorot, Eks Ketua GMNI Bandar Lampung Minta Kemenag Transparan
Berita

Narasi GMNI dan PKI Disorot, Eks Ketua GMNI Bandar Lampung Minta Kemenag Transparan

22/09/2026
1.000 Lilin Jadi Simbol Solidaritas untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang
Berita

1.000 Lilin Jadi Simbol Solidaritas untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang

22/09/2026
Next Post

Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana

Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana

Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan

Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan

Berita Terkini

  • Proyek Geothermal Suoh Sekincau Disorot, Laskar Lampung Akan Minta Dokumen Perizinan
  • Antisipasi Gempa dan Tsunami, Lapas Kalianda Tingkatkan Sistem Kesiapsiagaan Bencana
  • (no title)
  • “Seaninongan” dan “Yang Belum Selesai Menjadi Nama” Siap Diluncurkan 29 September
  • Pemkab Lampung Selatan Respons Surat Ibu Korban Dugaan Pencabulan, Bentuk Tim Pemeriksa

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In