SAMUDERA NEWS– Reihana, mantan Kepala Dinas Kesehatan Lampung yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena kontroversi flexing, kini mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan walikota Bandar Lampung mendatang.
Keputusan Reihana ini telah menimbulkan beragam reaksi di kalangan masyarakat Kota Bandar Lampung. Meskipun telah mengirimkan utusan untuk mendaftar di DPD PAN Kota Bandar Lampung, banyak yang menyatakan keberatan terhadap potensi kepemimpinan Reihana di kota tersebut.
Sebagian besar dari mereka menyoroti sikap Reihana yang dinilai tidak pantas, terutama saat masih menjabat sebagai Kadiskes Lampung, di mana ia kerap kali memamerkan kekayaannya. Imelda, seorang warga Perumahan Bilabong, mengecam tindakan tersebut dengan menekankan bahwa sebagai seorang ASN, Reihana seharusnya lebih bijak dalam memperlihatkan kekayaannya, mengingat gajinya berasal dari rakyat.
Pendapat serupa juga datang dari Fauzi, seorang konten kreator asal Telukbetung Selatan, yang menegaskan bahwa perilaku flexing Reihana sebagai seorang ASN saja sudah tidak pantas, apalagi jika ia terpilih sebagai walikota.
Dinda, seorang karyawan swasta, menyoroti kondisi Bandar Lampung yang semakin memburuk, seperti banjir dan kemacetan yang sering terjadi. Menurutnya, Kota Bandar Lampung membutuhkan pemimpin yang memahami kondisi sebenarnya kota tersebut, bukan sekadar seseorang yang suka berpamer.
Reihana, yang telah pensiun sebagai ASN dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lampung, menjadi sorotan publik karena menjadi salah satu pejabat terlama yang tidak pernah dimutasi meskipun sudah terjadi pergantian gubernur sebanyak tiga kali. Kontroversi muncul ketika Reihana, yang telah menjabat sebagai Kadiskes selama puluhan tahun, tidak memiliki peningkatan signifikan dalam jumlah kekayaannya, yang kemudian menarik perhatian KPK untuk klarifikasi terkait LHKPN-nya.***












