SAMUDERA NEWS – Puncak arus balik Lebaran 2025 yang terjadi pada Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4) berhasil dilalui dengan lancar dan tertib. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) menjadi kunci sukses kelancaran di lintasan padat Bakauheni–Merak.
“Dengan sistem TBB, kapal yang tiba langsung membongkar muatan dan segera kembali ke Bakauheni tanpa menunggu muatan baru. Skema ini terbukti mempercepat rotasi kapal dan mengurangi kepadatan kendaraan di pelabuhan,” ujar Heru dalam konferensi pers, Senin (7/4).
Pada H+4, tercatat 35.965 kendaraan menyeberang dari Sumatera ke Jawa, dan pada H+5 melonjak menjadi 42.201 unit. Total kapal yang dioperasikan mencapai 58 unit. Sementara jumlah penumpang yang telah menyeberang selama masa arus balik mencapai hampir 1 juta orang.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan ini. Menurutnya, TBB layaknya skema one way di jalan tol, namun diterapkan di laut. “TBB efektif mengurai antrean dan mempercepat waktu tempuh pelayaran,” kata Menhub.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor. Ia mengakui bahwa lonjakan arus balik tahun ini ditangani lebih baik, meski ada peningkatan signifikan pada jumlah penumpang dan kendaraan umum seperti bus.
ASDP pun berkomitmen melanjutkan evaluasi pasca-mudik dan memperkuat digitalisasi serta infrastruktur pelabuhan. “TBB adalah bukti bahwa inovasi dan kolaborasi bisa membawa perubahan besar,” tegas Heru.***












