SAMUDERA NEWS — Setelah bertahun-tahun berjuang secara mandiri pasca berakhirnya pola kemitraan inti-plasma, petambak eks Dipasena di Tulang Bawang kembali menata langkah untuk bangkit. Namun, jalan mandiri itu tak selalu mudah. Masalah seperti buruknya kualitas air, minimnya sarana, ketiadaan SOP baku, hingga keterbatasan modal membuat hasil tambak tak menentu.
Menanggapi kegigihan para petambak ini, PT Sakti Biru Indonesia (SBI)—perusahaan udang terintegrasi asal Lampung—tergerak untuk menggandeng mereka lewat kerja sama strategis. Nota kesepahaman ditandatangani antara Direktur SBI, Suseno, dan Koordinator Wilayah Bumi Dipasena Makmur (BDM), Sukri, di sekretariat BDM, Rawajitu Timur, sebagai titik awal perbaikan sistem produksi tambak di kawasan tersebut.
Perbaikan Produksi, Mulai dari Dasar Kolam
Sebelum menyepakati kolaborasi, tim SBI melakukan observasi menyeluruh. Hasilnya? Banyak petambak masih menjalankan sistem seadanya—memberi pakan hanya saat udang sudah besar, dan dengan kandungan protein minimal. Proses krusial seperti persiapan kolam, pemberian pakan awal, hingga pemantauan anco jarang dilakukan.
“Masalah utama ada di manajemen dasar tambak. Tanpa SOP dan kontrol amonia, risiko gagal panen sangat tinggi,” ujar Prof. Supriyono, formulator SBI. Ia merekomendasikan penerapan SOP yang efisien namun tetap ekonomis, agar bisa diterapkan oleh petambak tanpa membebani biaya.
SBI pun membuka pelatihan gratis bagi perwakilan petambak dari Korwil BDM. Selama satu bulan, mereka akan belajar langsung di fasilitas riset dan produksi SBI di Suak, Sidomulyo. Harapannya, para peserta bisa menjadi agen perubahan di kelompok masing-masing.
Semangat Kolektif, Tanpa Banyak Bicara
Korwil BDM sendiri membawahi Blok 10 dan 11, yang mencakup 1.200 petak tambak dan 600 KK di masing-masing blok. Di tengah keterbatasan, semangat kekeluargaan jadi motor penggerak. “Kami tidak banyak bicara. Kalau berhasil, yang lain pasti ikut dengan sendirinya,” kata Sukri yakin.
Tak hanya SOP, SBI juga berkomitmen menyediakan kebutuhan dasar produksi seperti benur, probiotik, dan imbuhan pakan dengan skema pembayaran ringan. Tujuannya: menciptakan sistem tambak yang efisien, modern, dan berkelanjutan—tanpa membebani para petambak sejak awal.
Tentang SBI
PT Sakti Biru Indonesia adalah pemain kuat di industri perudangan yang menjalankan seluruh rantai nilai: dari hatchery, pembesaran, hingga perdagangan. Perusahaan ini juga memproduksi probiotik, feed additive dari maggot, dan memiliki fasilitas RT-PCR untuk deteksi penyakit udang.
Dengan SOP andalan dan pendekatan humanis, SBI tak hanya membangun tambak, tapi juga membangun harapan.
Kontak:
📞 Hary – 0812-7874-1901
📧 saktibiruindonesia@gmail.com
🌐 www.saktibiruindonesia.com












