SAMUDERA NEWS — Di antara 414 jamaah calon haji asal Kabupaten Tanggamus yang diberangkatkan tahun ini, dua nama mencuri perhatian: Muhammad Nizal Faris Sengaji Berisang dan Nistam Arto Mejo. Bukan karena jabatan atau prestasi, tetapi karena usia mereka yang mewakili dua ujung generasi dalam rombongan haji 2025.
Muhammad Nizal Faris, pemuda berusia 19 tahun 2 bulan, tercatat sebagai calon haji termuda dari Tanggamus tahun ini. Ia lahir di Bandar Lampung pada 2 Maret 2006. Keberangkatannya ke Tanah Suci bukan semata takdir, melainkan bentuk bakti dan takdir emosional: ia menggantikan almarhumah ibunya yang telah lebih dulu dipanggil Sang Khalik.
Nizal tidak sendiri. Ia menjalankan ibadah haji bersama sang ayah, Doni Sengaji Berisang, yang juga merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tanggamus.
Di sisi lain, terdapat Nistam Arto Mejo, warga Tanjung Senang, Pekon Tanjung Sari, Kecamatan Bulok. Pria berusia 93 tahun 4 bulan ini menjadi calon haji tertua dari kabupaten tersebut. Kehadirannya menjadi simbol tekad yang tak lekang oleh usia dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Kepala Bagian Umum Setdakab Tanggamus, Eko Didi Armadi, yang turut serta dalam rombongan, menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan ibadah.
“Alhamdulillah, sampai hari ini seluruh jamaah calon haji kita dalam keadaan sehat wal’afiat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025).
Eko juga mengajak masyarakat Tanggamus untuk mendoakan kelancaran perjalanan spiritual ini. Harapannya, seluruh jamaah, baik yang muda maupun yang sepuh, dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan menjadi haji yang mabrur.
“Kami mohon doanya agar 414 jamaah ini kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan lengkap, sehat, dan mendapat predikat haji mabrur,” pungkasnya.
Perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga kisah haru tentang pengabdian, harapan, dan lintas usia menuju panggilan suci dari Allah SWT.***












