SAMUDERA NEWS– Upaya penguatan tata kelola lingkungan di Kabupaten Tanggamus mendapat dukungan langsung dari pusat. Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera Wilayah III (Pusdal Sumatera III) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus, Selasa (1/7).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan penanganan sampah dan penguatan kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan pelaku usaha dan produsen.
Disambut oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega, mewakili Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, rombongan diterima bersama Kepala DLH Keimas Amin Lutfi, Kabag Kerja Sama Maryani, serta mitra sektor swasta dari Limbah.id dan PT. Tirta Investama (Danone-AQUA).

Dalam diskusi yang berlangsung di Ruang Rapat DLH Tanggamus, sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari sinergi multipihak hingga implementasi Permen LHK No. P.75 Tahun 2019 tentang pengurangan sampah oleh produsen.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari KLHK RI. Peran serta sektor swasta seperti Limbah.id dan Danone sangat penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Hendra Wijaya Mega.
Edy Wardhana, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya dari Pusdal Regional Sumatera III, menegaskan kesiapan KLHK untuk mendampingi Pemkab Tanggamus, terutama dalam hal percepatan regulasi dan dukungan teknis.

“Kami akan kawal percepatan izin dan regulasi yang menjadi kewenangan pusat. Langkah konkret seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan lingkungan daerah,” tuturnya, didampingi koleganya Tubagus Angga Anugerah.
Dari sektor swasta, PT. Tirta Investama menyampaikan bahwa mereka telah lama bersinergi dengan DLH melalui program TPS3R Way Som, Kota Agung, serta pengembangan program edukasi lingkungan dan tabungan sampah.
“Kami di Danone berkomitmen membangun ekonomi sirkular bersama mitra lokal. Kolaborasi ini sejalan dengan misi kami dalam menciptakan Indonesia yang bersih dan bebas sampah plastik,” jelas Raditya Putra, SR & Sustainability Officer.
Hal senada juga disampaikan oleh Ramdhoni April Indra, Chief of Business Development Limbah.id. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta adalah kunci sukses penanganan sampah di daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal pengelolaan sampah, tapi juga soal pemberdayaan ekonomi dan edukasi publik. Kami siap memperkuat sistem ini bersama DLH dan KLHK,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat (TPS3R), serta mendorong percepatan implementasi Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen di Kabupaten Tanggamus.

Langkah ini sejalan dengan visi besar Pemkab Tanggamus:
“Bersama Tanggamus Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”***













