SAMUDERA NEWS— Pemerintah Kabupaten Pringsewu resmi menjalankan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025. Dampaknya mulai dirasakan sejumlah pihak, termasuk sektor media massa yang terkena imbas pemangkasan dana publikasi dan kerja sama informasi.
Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengakui bahwa penghematan anggaran telah dilakukan pada berbagai sektor. “Efisiensi kita jalankan, termasuk perjalanan dinas hingga 50 persen dan anggaran media. Ini demi menjaga prioritas pembangunan,” ujar Riyanto, Rabu (9/4/2025).
Ia menyebut, meskipun keputusan tersebut tidak mudah, namun diperlukan guna memastikan keberlanjutan proyek-proyek infrastruktur yang telah masuk dalam agenda strategis daerah. “Kami tahu ini berdampak, khususnya bagi media. Tapi ini soal pilihan antara konsumsi birokrasi dan pembangunan,” tambahnya.
Pj Sekda Pringsewu, Andi M. Purwanto, mengatakan anggaran media untuk tahun ini telah terserap dalam APBD murni. “Untuk tambahan, akan kami upayakan dalam APBD Perubahan,” jelasnya singkat.
Sementara itu, Kepala BPKAD Arif Nugroho menyebut Dinas Komunikasi dan Informatika sudah menyampaikan nota keberatan atas pemangkasan anggaran publikasi (ADV) media. “Sudah kami terima, tapi keputusan selanjutnya belum bisa ditentukan,” kata Arif.
Dari DPRD Pringsewu, Kabag Persidangan Yuli Susapto menjelaskan bahwa anggaran media turut dipotong sebesar 30 persen. “Itulah kenapa publikasi Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-16 Pringsewu tahun ini tidak dilakukan,” ucapnya.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan wartawan lokal. Mereka menyayangkan minimnya publikasi pada momentum penting ulang tahun ke-16 Pringsewu, terlebih di bawah kepemimpinan bupati baru. HUT yang seharusnya menjadi panggung pencitraan pembangunan daerah kini nyaris sepi pemberitaan.***












