• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Gaya Kritik Lampung, Identitas Baru Sastra Sosial dari Muhammad Alfariezie

MeldabyMelda
15/06/2026
in Berita
Gaya Kritik Lampung, Identitas Baru Sastra Sosial dari Muhammad Alfariezie
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie memperlihatkan ciri kuat yang dapat disebut sebagai Gaya Kritik Lampung, yakni kritik sosial-politik yang disampaikan melalui percampuran fakta lokal, humor sinis, kemustahilan, dan bahasa rakyat sehari-hari.

Wali Kota Ngemil Cahaya

Di bulan tidak ada awan dan bunga
mustahil bermekar tapi wali kota
ingin kita terbang tinggalkan
taman dan sungai-sungai, berbekal
harap apel dan semangka tumbuh
menjalar sekedip mata

BeritaLainnya

Aksi Curas Berujung Penusukan, Pelaku Anak Dibekuk Polisi di Lampung Selatan

Bupati Tanggamus: Ulama dan Da’i Jadi Benteng Moral di Tengah Arus Hedonisme

Tanpa satelit luar angkasa, tanpa
rudal antariksa, ia ingin kita ke
sana

Ia ingin kita mandi-ngemil cahaya

ADVERTISEMENT

2026

Kita Ditempatkan Wali Kota
di Selembar Daun Kelor

Di atas selembar daun kelor, wali kota
ingin kita di sana lelap tertidur, ingin
kita asyik bercanda hingga ingin kita
terus memilihnya

Di sungai hitam berbau serakan sampah,
wali kota ingin kita mandi dan mencuci
serta jika haus wajib meminumnya untuk
terus mendukung keluarganya duduk
di singgahsana sebagai penerusnya

Tapi di taman berkembang wangi
bayi mentari dan kesucian senja,
ia tuntun polisi dan jaksa untuk
nikmat semangka dan mudah
memetik mangga meski dalam
konstitusi para berseragam
yang mati hidupnya terjamin
negara itu musykil mencoblosnya

Maka siapa yang gila. Kita yang
pasrah atau mereka yang mewah?

2026

Konser Sampah Wali Kota

Hujan pagi ini tak kunjung
reda meski siang nanti
konser band terkemuka
di lapangan terbuka

Ini bukan kehendak atau
salah wali kota, tapi jika
merendam seisi kota hingga
tiket yang kita beli sia-sia–
apakah itu salah warga?

Sungguh warga selalu bayar
sampah bulanan dan tak
pernah dari jendela, buang
sampah ke sungai

Tapi pemerintah tidak pernah
menyediakan lahan buang
sampah sementara

Terpaksa, sesuai instruksi
wali kota– warga serahkan
pinggir jalan untuk limbah
rumah tangga hingga banjir
merusak konser terkemuka
dan sia-sia tiket di tengah
anjloknya rupiah

2026

Pengurus Semut Merah

Rombongan pendaki tersesat
setelah sumbar bahwa badai
harimau hanya gerombolan
semut merah

Rombongan pendaki itu ialah
pengurus yayasan, guru dan
orang tua murid sekolah
wali kota pengguna uang dan
barang pemerintah

Mereka tak mendengar
larangan warga dan perintah
ramalan cuaca

Tersesat mereka dan repot
semua hingga Menteri
maupun Ketua Mahkamah
Konstitusi serta Petinggi Partai
masuk ke belantara tak lagi
peduli urusan negara

2026

Wali Kota Kejati

Anak kecil lompat ke pucuk
pohon jati, lalu turun dengan
kepala menjadi kaki

Musykil terjadi, kecuali dalam
mimpi

Seperti wali kota membunuh
banjir dan warga tidak lagi
mendengki kepada elit
politik yang tempat tinggal
kerjanya enggak pernah
wali kota usik meski panjangnya
tak hanya selebar kali namun
membentuk lorong tersendiri

Anak kecil menangis di bawah
pohon jati karena lengannya
sakit ibu cubit

Bukan mimpi tapi peristiwa
sahih layaknya wali kota
hadiahi 60 miliar buat Kejati
tapi hanya memberi 500 ribu
dan beras untuk korban banjir
dan 2 kilogram telur guna tekan
stunting warga miskin

2026

Berbeda dengan satire politik yang cenderung abstrak, Alfariezie menggunakan simbol yang dekat dengan pengalaman masyarakat Lampung seperti banjir, sampah, semangka, telur, sungai, hingga proyek pemerintah.

Kritik tidak disampaikan secara marah, melainkan dengan menampilkan keadaan yang sengaja dibuat ganjil dan tidak masuk akal sehingga kebijakan atau perilaku penguasa tampak menertawakan dirinya sendiri.

Dalam Wali Kota Ngemil Cahaya, Kita Ditempatkan Wali Kota di Selembar Daun Kelor, hingga Wali Kota Kejati, penyair membangun logika terbalik: yang mustahil dianggap biasa, sementara kenyataan justru tampak lebih absurd daripada mimpi.

Teknik ini menjadi kekuatan utama Alfariezie. Ia tidak menyerang tokoh secara langsung, tetapi membiarkan ironi bekerja melalui citraan-citraan sederhana yang mudah dipahami masyarakat.

Karena itu, puisi-puisi ini terasa seperti perpaduan antara laporan sosial, sindiran politik, dan folklore modern yang lahir dari denyut kehidupan daerah.

Sebagai penyair yang mewakili Generasi Penyair Baru, Muhammad Alfariezie menghadirkan puisi sebagai alat kontrol sosial.

Kekhasannya terletak pada kemampuannya mengubah isu lokal menjadi satire puitik yang tajam namun tetap komunikatif.

Dari sinilah lahir identitas Gaya Kritik Lampung: puisi yang berpijak pada peristiwa nyata, berbicara dengan bahasa rakyat, dan menggugat kekuasaan melalui ironi serta kemustahilan yang mengandung kebenaran sosial.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: MuhammadAlfarieziePenyairLampungPuisiLampungPuisiPolitikSastraIndonesiaSastraLampung
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

Warga Enggal Kecewa, Solusi Banjir yang Dijanjikan Belum Kunjung Terwujud

Next Post

Ponpes Al-Hidayat Gerning Jadi Pilar Pendidikan Islam, Dapat Apresiasi dari Wagub Lampung

Related Posts

Aksi Curas Berujung Penusukan, Pelaku Anak Dibekuk Polisi di Lampung Selatan
Berita

Aksi Curas Berujung Penusukan, Pelaku Anak Dibekuk Polisi di Lampung Selatan

30/07/2026
Bupati Tanggamus: Ulama dan Da’i Jadi Benteng Moral di Tengah Arus Hedonisme
Berita

Bupati Tanggamus: Ulama dan Da’i Jadi Benteng Moral di Tengah Arus Hedonisme

30/07/2026
Rekam Jejak Jadi Kunci, Wahrul Fauzi Kokoh di Posisi Teratas Bursa Ketua Karang Taruna Lampung 2026
Berita

Rekam Jejak Jadi Kunci, Wahrul Fauzi Kokoh di Posisi Teratas Bursa Ketua Karang Taruna Lampung 2026

30/07/2026
656 Mahasiswa UAP Resmi Dilepas untuk KKN di Berbagai Pekon Kabupaten Pringsewu
Berita

656 Mahasiswa UAP Resmi Dilepas untuk KKN di Berbagai Pekon Kabupaten Pringsewu

30/07/2026
DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna, KUA-PPAS APBD 2027 Resmi Disepakati
Berita

DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna, KUA-PPAS APBD 2027 Resmi Disepakati

30/07/2026
Advokat Budi Kurniawan Kecewa, Soroti Vonis 12 Tahun dalam Perkara Dana PI 10% PT LEB
Berita

Advokat Budi Kurniawan Kecewa, Soroti Vonis 12 Tahun dalam Perkara Dana PI 10% PT LEB

30/07/2026
Next Post
Ponpes Al-Hidayat Gerning Jadi Pilar Pendidikan Islam, Dapat Apresiasi dari Wagub Lampung

Ponpes Al-Hidayat Gerning Jadi Pilar Pendidikan Islam, Dapat Apresiasi dari Wagub Lampung

TVRI Lampung Didorong Jadi Media Publik Tepercaya di Tengah Banjir Informasi Digital

TVRI Lampung Didorong Jadi Media Publik Tepercaya di Tengah Banjir Informasi Digital

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Lampung Beri Contoh dengan Ikut Pendataan

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Lampung Beri Contoh dengan Ikut Pendataan

Bobol Rumah Saat Malam Hari, Pria Pengangguran di Jati Agung Berakhir di Tangan Polisi

Bobol Rumah Saat Malam Hari, Pria Pengangguran di Jati Agung Berakhir di Tangan Polisi

Opini WTP di Tengah Polemik Anggaran, Publik Pertanyakan Kredibilitas Audit BPK

Opini WTP di Tengah Polemik Anggaran, Publik Pertanyakan Kredibilitas Audit BPK

Berita Terkini

  • Aksi Curas Berujung Penusukan, Pelaku Anak Dibekuk Polisi di Lampung Selatan
  • Bupati Tanggamus: Ulama dan Da’i Jadi Benteng Moral di Tengah Arus Hedonisme
  • Rekam Jejak Jadi Kunci, Wahrul Fauzi Kokoh di Posisi Teratas Bursa Ketua Karang Taruna Lampung 2026
  • 656 Mahasiswa UAP Resmi Dilepas untuk KKN di Berbagai Pekon Kabupaten Pringsewu
  • DPRD Lampung Selatan Gelar Paripurna, KUA-PPAS APBD 2027 Resmi Disepakati

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In