SAMUDERA NEWS— Suasana penuh semangat literasi dan kebudayaan mewarnai Kompleks Kantor Gubernur Lampung pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025. Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela secara resmi menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Baca Puisi Esai yang diselenggarakan oleh Lamban Sastra bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan para pemenang lomba. Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari kerja keras, latihan, dan dedikasi yang konsisten. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih tidak boleh berhenti hanya pada kemenangan, melainkan harus dijadikan pijakan untuk terus berkarya dan berprestasi lebih baik di masa depan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Lampung, Dr. Fitrianita Damhuri, turut memberikan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia menjelaskan bahwa lomba baca puisi esai ini merupakan salah satu upaya untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus meningkatkan minat baca dan apresiasi terhadap seni sastra di Lampung. “Semoga kegiatan ini dapat memotivasi seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengembangkan seni, sastra, dan literasi, sehingga mampu memperkuat karakter bangsa,” ujarnya.
Fitrianita juga menyampaikan pesan dari Bunda Literasi Lampung, Batin Wulan Mirza, yang mengingatkan para pemenang agar terus berkarya sekaligus menanamkan semangat peringatan kemerdekaan ke-80 dengan tema Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
Kabid Kelembagaan Dispursip, Dr. Tito Budi Raharto, yang turut mendampingi jalannya acara, menambahkan harapan agar para pemenang ke depan bisa mengukir prestasi lebih besar. Menurutnya, kiprah generasi muda dalam dunia literasi dan seni sastra adalah bentuk nyata partisipasi dalam pembangunan kebudayaan di Provinsi Lampung.
Pada kesempatan tersebut, Sera Trahela, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Lampung Utara, tampil sebagai juara pertama. Dengan penuh haru, ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya. “Alhamdulillah, kemenangan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga menjadi semangat bersama untuk terus menghidupkan literasi dan sastra di kalangan anak muda. Terima kasih kepada mentor saya, Abi Djuhardi Basri, dan semua pihak yang sudah mendukung,” ujarnya.
Sera juga mengajak seluruh peserta lomba untuk tidak berhenti berkarya. “Mari kita terus saling menginspirasi. Semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dalam menghidupkan literasi di tanah Lampung.”
Juara kedua diraih oleh Muhammad Syahid Al Haqi, siswa SMA Negeri 9 Bandar Lampung, sementara juara ketiga diraih oleh Silvana Alfarica dari SMA Negeri 1 Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan. Ketiga pemenang menerima penghargaan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung di hadapan tamu undangan.
Direktur Lamban Sastra, Fitri Angraini, S.S., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia berharap lomba baca puisi esai dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Puisi esai bukan hanya karya sastra, tetapi juga ekspresi kemanusiaan yang menyatukan gagasan, perasaan, dan perjuangan dalam bentuk seni. Melalui kompetisi ini, kita memberi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkaya kebudayaan Lampung,” ungkapnya.
Fitri juga mengucapkan terima kasih kepada Denny JA Foundation yang turut mendukung penyelenggaraan lomba, serta dukungan dari Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan, Bunda Literasi, KNPI, hingga berbagai komunitas sastra di Lampung.
Lomba baca puisi esai ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kemerdekaan dapat dirayakan tidak hanya dengan upacara seremonial, tetapi juga dengan menghidupkan seni dan literasi yang menyentuh hati masyarakat. Semangat kemerdekaan pun semakin bermakna ketika generasi muda diberi ruang untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa melalui jalur kebudayaan.***












