SAMUDERA NEWS– Tim Rukyatul Hilal Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan pemantauan hilal di Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, Pantai Canti, Kecamatan Rajabasa, sebagai bagian dari penentuan awal Syawal 1446 Hijriah. Namun, berdasarkan hasil observasi, hilal tidak terlihat, sehingga keputusan akhir diserahkan kepada sidang isbat nasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan, Ashari, menegaskan bahwa rukyatul hilal adalah proses penting dalam menentukan kapan umat Muslim merayakan Idulfitri.
“Se-Indonesia ada sekitar 100 titik pemantauan hilal. Hasil dari seluruh wilayah akan dirapatkan dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama,” ujar Ashari.
Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret
Berdasarkan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, pemerintah menetapkan bahwa Idulfitri 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
Pemantauan hilal di berbagai daerah menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, dengan posisi masih di bawah ufuk. Oleh karena itu, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sesuai metode istikmal.
“Hilal hari ini masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar -3° 15′ 47″ hingga -1° 4′ 57″. Berdasarkan ini, kita menetapkan bahwa 1 Syawal jatuh pada 31 Maret 2025,” jelas Nasaruddin Umar dalam sidang isbat.
Masyarakat Diminta Menyambut Idulfitri dengan Khidmat
Staf Ahli Bupati Lampung Selatan, Anton Carmana, menyampaikan bahwa pemantauan hilal bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari syariat Islam yang membantu masyarakat mendapatkan kepastian dalam menentukan Idulfitri.
“Proses rukyat ini dilakukan dengan metode ilmiah dan syariat Islam, sehingga masyarakat dapat menyambut Idulfitri dengan penuh keyakinan dan kebahagiaan,” ujar Anton.
Dengan hasil ini, umat Muslim di Indonesia dapat bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H pada 31 Maret 2025, dengan penuh suka cita dan rasa syukur.***












