SAMUDERA NEWS— Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Taubah di Lapas Kelas IIA Kalianda, saat ratusan warga binaan dan petugas Lapas melaksanakan Salat Idul Adha bersama pada Jumat pagi. Momentum Hari Raya Kurban ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi spiritual dan pembinaan akhlak di balik jeruji.
Salat Ied yang berlangsung tertib ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin digelar oleh pihak Lapas. Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman, menyampaikan pesan menyentuh kepada warga binaan usai pelaksanaan salat.
“Idul Adha bukan sekadar perayaan, tapi juga momen untuk merenung dan berubah. Saya ingin sampaikan kepada seluruh warga binaan bahwa belum terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap orang punya kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup,” ujar Beni dengan tegas namun penuh empati.
Makna pengorbanan yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS dalam kisah Idul Adha menjadi pelajaran berharga bagi para warga binaan. Semangat ini diharapkan mampu memotivasi mereka untuk menjalani masa pembinaan dengan semangat baru, harapan baru.
Setelah pelaksanaan salat, kegiatan berlanjut dengan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, Lapas Kalianda menerima dan menyembelih satu ekor sapi dan sepuluh ekor kambing. Daging kurban didistribusikan kepada warga binaan serta masyarakat di sekitar Lapas, sebagai bentuk kepedulian dan jalinan sosial.
Selain menjadi momen spiritual, perayaan Idul Adha ini memperkuat ikatan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat luas. Kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, serta tekad untuk menghadirkan pembinaan yang bermakna.
Idul Adha di Lapas Kalianda tahun ini bukan hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga menjadi panggilan untuk memulai lembaran baru, dengan harapan, semangat, dan niat untuk menjadi lebih baik.***












