• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
Samudera News
  • Login
  • Register
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS
No Result
View All Result
Samudera News
No Result
View All Result
  • ANIME
  • EKBIS
  • ENTERTAINTMENT
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
Home Berita

Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan

MeldabyMelda
31/05/2026
in Berita
Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan
ADVERTISEMENT

SAMUDERA NEWS- Di tengah geliat investasi pariwisata yang terus berkembang di Kabupaten Pesawaran, suara para nelayan pesisir masih terdengar lantang. Mereka bukan menolak pembangunan, bukan pula anti-investasi. Yang mereka minta sederhana: jangan sampai ruang hidup nelayan semakin sempit karena kepentingan bisnis.

Sorotan kini tertuju pada pernyataan Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang sempat menyampaikan komitmennya untuk berada di garis depan membela hak-hak nelayan.

Dalam sebuah video yang beredar pada 29 Mei 2026, Antonius menegaskan dirinya siap memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir selama perjuangan tersebut memang bertujuan untuk kebaikan bersama.

BeritaLainnya

BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan

Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni

“Harapan saya ke depan, saya paling depan membela bapak-bapak selagi niat ini buat kebaikan, bukan untuk bertemu investor ujung-ujungnya bargaining,” ujar Antonius dalam rekaman tersebut.

Ucapan itu mendapat respons positif dari masyarakat nelayan. Namun di saat yang sama, muncul pertanyaan yang kini mulai ramai diperbincangkan: kapan komitmen itu diwujudkan dalam tindakan nyata?

ADVERTISEMENT

Pasalnya, nelayan di sekitar kawasan Marriott Resort & Spa masih mengeluhkan keberadaan pembatas laut berupa jaring dan pelampung yang dipasang di perairan sekitar kawasan hotel.

Bagi sebagian orang, keberadaan pembatas tersebut mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari pengamanan kawasan wisata. Namun bagi nelayan, kondisi itu memiliki dampak langsung terhadap aktivitas mencari nafkah.

Salah seorang nelayan cumi yang menyampaikan keluhannya dalam sebuah forum bersama pihak hotel dan pemerintah setempat mengatakan bahwa masyarakat pesisir sebenarnya mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, keberadaan hotel dan kawasan wisata justru bisa membawa manfaat ekonomi bagi daerah. Akan tetapi, dukungan itu bukan berarti nelayan harus kehilangan akses terhadap ruang tangkap yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kalau mengenai hotel dan pantai, kami mendukung. Tapi yang kami tidak setuju itu pagar laut. Karena kami ini nelayan, bukan petani. Hidup mati kami ada di laut,” ujarnya.

Keluhan utama mereka bukan soal keberadaan hotel, melainkan akses yang dinilai semakin terbatas akibat pemasangan pelampung dan jaring pembatas.

Nelayan berharap setidaknya tersedia jalur yang cukup bagi perahu-perahu kecil untuk melintas tanpa hambatan.

“Mohon pintunya jangan dikunci dan pelampung itu ada jaraknya supaya perahu bisa lewat ke sana dan ke sini,” katanya.

Persoalan ini menjadi semakin penting karena aktivitas menangkap cumi sangat dipengaruhi kondisi alam, terutama arah angin.

Menurut nelayan, ketika arah angin membawa perahu ke area yang terhalang pembatas laut, peluang mendapatkan hasil tangkapan menjadi jauh berkurang.

Akibatnya, mereka kerap harus pulang tanpa membawa hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di sinilah letak dilema yang sedang dihadapi Pesawaran. Di satu sisi, daerah membutuhkan investasi dan pengembangan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, hak-hak masyarakat pesisir yang telah lama bergantung pada laut juga harus mendapat perlindungan.

Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton dalam konflik yang berkembang, tetapi hadir sebagai mediator yang mampu mempertemukan kepentingan investasi dan kepentingan masyarakat.

Pernyataan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali telah memberi harapan bagi para nelayan. Namun bagi masyarakat pesisir, harapan tersebut kini menunggu pembuktian.

Sebab bagi nelayan, yang dibutuhkan bukan hanya janji dan dukungan moral, melainkan solusi nyata yang memastikan mereka tetap bisa mencari nafkah tanpa harus berhadapan dengan pembatas yang dianggap menghalangi akses ke laut.

Kini, publik menunggu. Apakah komitmen membela nelayan akan benar-benar diwujudkan, atau hanya berhenti sebagai pernyataan dalam sebuah video?***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Antonius Muhammad AliKonflik NelayanMarriott Resort LampungNelayan PesawaranPagar LautPariwisata PesawaranPembatas LautPesawaran
ShareSendShareTweetShare
Previous Post

DPRD Soroti SMA Siger, Kadisdikbud Akui Masih Dalami Persoalan

Related Posts

BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan
Berita

BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan

31/05/2026
Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni
Berita

Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni

31/05/2026
Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun
Berita

Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun

31/05/2026
BPK RI Kembali Ganjar Pringsewu Opini WTP untuk Tahun Anggaran 2025
Berita

BPK RI Kembali Ganjar Pringsewu Opini WTP untuk Tahun Anggaran 2025

31/05/2026
Dana Operasional Sekolah Belum Optimal, Insentif Kepala Sekolah Tuai Kritik
Berita

Dana Operasional Sekolah Belum Optimal, Insentif Kepala Sekolah Tuai Kritik

31/05/2026
Curi Dua Ponsel, Dua Remaja di Candipuro Berakhir di Tangan Polisi
Berita

Curi Dua Ponsel, Dua Remaja di Candipuro Berakhir di Tangan Polisi

31/05/2026

Berita Terkini

  • Janji Bela Nelayan Menggema, Tapi Pembatas Laut Marriott Masih Jadi Keluhan
  • DPRD Soroti SMA Siger, Kadisdikbud Akui Masih Dalami Persoalan
  • BPK Beri WTP, Tindak Lanjut Laporan Dana Hibah SMA Siger Masih Dipertanyakan
  • Cekcok Berujung Tragedi, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polisi di Bakauheni
  • Pemkab Lampung Selatan Pertahankan Opini WTP Selama 10 Tahun Beruntun

Berita Populer

  • TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    TERUNGKAP! Inilah Pemilik Sertifikat HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mindful Consumption: Bagaimana Kebiasaan Membeli yang Sadar Membentuk Gaya Hidup Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kontroversi antara dua raksasa industri hiburan, HYBE dan ADOR, terus mengemuka dengan adanya rilis mengejutkan dari Dispatch yang mengguncang opini publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Daftar Sekolah Kedinasan Terbaru 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infrastruktur Jalan Lampung Memerlukan Pemimpin yang Tindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Samudera News

Sebagai portal berita yang berfokus pada keberagaman dan kualitas, kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan berimbang kepada pembaca kami.

  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • EKONOMI & BISNIS
  • ENTERTAINTMENT
    • ANIME
    • LIFE STYLE
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • TEKNO OTO
  • NETWORK
  • INDEKS

© 2024 Samudrannews.com - All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In