SAMUDERA NEWS— Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus mengambil langkah proaktif dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan, menegaskan komitmen mereka untuk memastikan program revitalisasi sekolah berjalan dengan transparan dan akuntabel. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 29 September 2025, bertempat di Aula Islamic Centre Kota Agung, dalam bentuk Sarasehan Hukum yang bertajuk “Penguatan Pemahaman Hukum Sekolah dalam Pelaksanaan Program Strategis Nasional Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tanggamus Tahun 2025”.
Acara ini menjadi ajang edukatif sekaligus preventif, mengundang seluruh kepala sekolah dan pengelola satuan pendidikan yang menjadi penerima program revitalisasi, mulai dari PAUD, pendidikan dasar dan menengah, hingga SMA/SMK unggulan, termasuk SLB. Sarasehan ini menekankan pentingnya pemahaman hukum sebagai fondasi utama dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pendidikan berskala nasional.
Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Tanggamus menerima total 75 satuan pendidikan penerima program revitalisasi sekolah, yang terdiri dari 16 PAUD/TK, 26 SD, 22 SMP, 10 SMA/SMK, dan 1 SLB. Menurut Bupati, pengelolaan anggaran yang besar memerlukan pemahaman hukum yang kuat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Anggaran bantuan melalui revitalisasi sekolah ini jumlahnya signifikan dan risikonya tinggi. Saya tidak ingin ada kepala sekolah yang tersandung masalah hukum karena kurangnya pemahaman,” tegas Saleh. Ia menekankan bahwa pengawasan dan kepatuhan hukum bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
Sementara itu, Kajari Tanggamus, Dr. Adi Fakhrudin, S.H., M.H., M.A., menekankan bahwa revitalisasi pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk generasi penerus. “Pembangunan dan revitalisasi ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Generasi penerus kita berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Kejaksaan akan mengawal agar setiap nilai anggaran digunakan sebaik-baiknya, dengan jujur dan profesional. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan pendidikan di Tanggamus,” jelasnya.
Dr. Adi juga menegaskan bahwa peran Kejari Tanggamus tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. “Kami fokus pada pencegahan potensi penyimpangan sejak dini. Dengan edukasi dan pengawasan yang terpadu, kita dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi X, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang memberikan dukungan penuh terhadap program revitalisasi pendidikan di Kabupaten Tanggamus. Dalam sambutannya, Kadafi menekankan pentingnya revitalisasi tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan tata kelola sekolah, transparansi anggaran, dan peningkatan mutu pembelajaran.
“Revitalisasi pendidikan adalah langkah strategis untuk memastikan anak-anak kita, baik dari keluarga petani, nelayan, maupun generasi muda lainnya, dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih baik. Dengan sarana dan prasarana yang maksimal, pendidikan yang nyaman dan berkualitas akan melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Kadafi.
Ia menambahkan bahwa program ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik. Integritas, kepedulian terhadap peserta didik, dan pemanfaatan kesempatan secara optimal menjadi kunci keberhasilan revitalisasi. Kadafi berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan kualitas pendidikan di seluruh Kabupaten Tanggamus, sekaligus membangun budaya transparansi dan profesionalisme di lingkungan sekolah.

Sarasehan ini ditutup dengan komitmen bersama dari Kejari, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh satuan pendidikan untuk memastikan program strategis nasional ini berjalan dengan lancar, aman, dan tepat sasaran. Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara aparat hukum, pemerintah, dan dunia pendidikan dalam membangun generasi yang lebih unggul, cerdas, dan siap bersaing di era modern.***












