SAMUDERA NEWS- Kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Lampung memasuki babak baru. Hingga pertengahan triwulan kedua tahun anggaran 2025, realisasi pendapatan daerah melesat tajam, menembus angka Rp2,25 triliun, atau 30,23% dari target tahunan. Capaian ini bukan hanya tertinggi dalam lima tahun terakhir, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa roda pembangunan di Bumi Ruwa Jurai bergerak cepat.
Data menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, pada tahun 2024, pendapatan hanya mencapai 23,72% atau Rp2,04 triliun. Tren peningkatan ini mencerminkan optimalisasi sumber pendapatan daerah melalui berbagai terobosan kebijakan dan digitalisasi pengelolaan pajak dan retribusi.
Tak hanya dari sisi pendapatan, belanja daerah juga menunjukkan tren positif. Hingga 10 Mei 2025, realisasi belanja telah mencapai Rp1,85 triliun atau 24,62%, jauh di atas rata-rata realisasi lima tahun terakhir yang berkisar antara 17% hingga 21%. Ini menjadi indikasi bahwa program-program pembangunan yang dirancang mulai bergerak cepat dan tepat sasaran.
Dalam kurun waktu hanya dua bulan sejak Februari 2025, realisasi pendapatan meningkat dari 8,83% menjadi 30,23%, sedangkan belanja daerah melonjak dari 5,67% menjadi 24,62%. Akselerasi luar biasa ini menandakan bahwa langkah percepatan anggaran yang diambil oleh Pemprov Lampung benar-benar berjalan efektif.
Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas sinergi dan dedikasi mereka. “Kinerja Keuangan Provinsi Lampung ngacir! Ini hasil dari kerja bersama dan keseriusan kita dalam mempercepat pelayanan dan pembangunan untuk rakyat,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan bahwa keberhasilan ini akan menjadi fondasi kuat untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan sustainable development di Provinsi Lampung. Tak hanya mengejar angka, Pemprov berkomitmen menjadikan anggaran sebagai alat transformasi daerah menuju masa depan yang lebih maju dan merata.***












