SAMUDERA NEWS— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga sebagai fondasi utama dalam menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda bersama instansi vertikal, BUMN, dan BUMD di Hotel Akar, Bandar Lampung.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu sinergi semua pihak demi mewujudkan Lampung Maju yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” tegas Gubernur Mirza.
Menurutnya, seluruh program daerah harus sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran dan diarahkan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan, seperti:
- Pengembangan infrastruktur,
- Penurunan angka kemiskinan,
- Penguatan sektor pendidikan dan kesehatan,
- Hilirisasi industri,
- Ketahanan energi dan ekonomi desa,
- Perlindungan kelompok rentan,
- Hingga mitigasi bencana dan perubahan iklim.
Di tengah paparannya, Gubernur Mirza juga membanggakan pertumbuhan ekonomi Lampung yang mencapai 5,47% di Triwulan I 2025—tertinggi se-Sumatera. “Dengan PDRB mencapai Rp483,8 triliun, sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan menyumbang lebih dari 59%,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program strategis daerah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), lumbung energi terbarukan, koperasi Merah Putih, hingga pemanfaatan aplikasi “Lampung In” sebagai platform layanan publik terintegrasi.
“Kolaborasi bukan sekadar jargon. Ini adalah kunci untuk menjawab harapan masyarakat yang ingin Lampung menjadi tempat yang aman, tentram, dan berkeadilan,” pungkasnya.***












