SAMUDERA NEWS- langit di atas Tugu Adipura diselimuti teriakan solidaritas. Sekitar 30.000 warga dari berbagai elemen memadati jantung Kota Bandar Lampung dalam Aksi Nyata Lampung Bersama Palestina Jilid III. Mereka datang membawa satu suara: keadilan untuk Palestina.
Tak hanya orasi dan konvoi damai, aksi ini berhasil mengumpulkan lebih dari Rp200 juta untuk dikirimkan langsung ke Gaza sebagai bantuan kemanusiaan. Donasi berasal dari peserta aksi dan sumbangan tambahan dari pihak seperti Almaz Indonesia.
“Aksi ini lahir dari kepedihan yang sama. Kepedihan melihat saudara kita dibantai tanpa henti. Ini bukan lagi isu politik, ini isu kemanusiaan,” tegas Muhammad Yasir Setiawan, Koordinator Aliansi Lampung Bersama Palestina.
Aksi dimulai dari dua titik kumpul utama: Bundaran Raden Inten II dan Masjid Taqwa. Massa kemudian berkonvoi menuju pusat kota, sembari membawa poster, bendera Palestina, dan menyuarakan boikot damai terhadap produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Israel.
“Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 80 Tahun 2023, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli produk-produk yang mendukung penjajahan. Kami tidak menyegel, tidak merusak, kami hanya mengajak,” jelas Yasir.
Yasir juga menyampaikan kritik terhadap wacana evakuasi 1.000 anak Palestina ke Indonesia, yang menurutnya justru berpotensi mempercepat skenario pengosongan Gaza.
“Kami tolak. Itu bisa menjadi bagian dari agenda Zionis untuk mengusir warga dari tanahnya sendiri. Bahkan MUI dan PBNU telah menyatakan sikap yang sama,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Yasir juga mengingatkan bahwa Palestina adalah salah satu dari sedikit negara yang dulu dengan cepat mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Dulu mereka berdiri untuk kita. Hari ini, giliran kita berdiri untuk mereka. Jangan sampai sejarah mencatat kita diam di tengah penderitaan,” ucapnya.
Aliansi menyerukan agar dunia internasional segera membawa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para jenderalnya ke meja hijau Mahkamah Internasional atas tuduhan kejahatan kemanusiaan dan genosida.
Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui jalur resmi di perbatasan Mesir dalam waktu dekat. Yasir dan Ustaz Firmansyah, yang juga Mantan Rektor IIB Darmajaya, akan langsung mengawal penyaluran ini ke Gaza.
“Solidaritas bukan sekadar slogan. Kami akan pastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” tutup Yasir.***












