SAMUDERA NEWS- Jose Mourinho tidak berubah. Di balik taktik-taktik modern yang bermekaran, pelatih asal Portugal itu tetap memegang prinsip lamanya: pertahanan adalah kunci segalanya.
Kini, setelah membawa Fenerbahce memastikan tempat di Liga Champions, Mourinho bersiap melanjutkan proyek seriusnya. Laporan menyebut ia tengah melirik Harry Maguire, bek kontroversial Manchester United yang kini lebih sering menghuni bangku cadangan.
Langkah itu bukan tanpa alasan. Mourinho selalu membangun tim dari lini belakang. Di Chelsea, ada John Terry. Di Inter Milan, ia memboyong Lucio dari Bayern Munich untuk membentuk trio legendaris bersama Walter Samuel dan Marco Materazzi. Hasilnya? Treble winner yang masih dikenang sepanjang sejarah sepak bola Italia.
Di AS Roma, Mourinho juga merekrut Gianluca Mancini dan mempertahankan Chris Smalling. Ia tahu, tanpa bek yang punya determinasi dan kedewasaan dalam membaca permainan, timnya akan rapuh. Roma pun dibawanya ke final Europa League.
Kini di Fenerbahce, Mourinho memerlukan figur serupa—bek tangguh, berpengalaman, dan tahan tekanan. Masuklah nama Harry Maguire. Meski sempat menjadi bahan lelucon di Inggris, Maguire memiliki apa yang disukai Mourinho: postur kuat, kemampuan duel udara, dan—yang paling penting—pengalaman di level tertinggi.
Jika transfer ini terwujud, maka Fenerbahce tidak hanya mendapatkan pemain, tapi juga simbol dari pola Mourinho yang tak lekang oleh waktu. Seperti Lucio di Inter, Maguire bisa jadi pembuktian: bahwa di tangan The Special One, bek yang diremehkan pun bisa bersinar kembali.
Apakah ini awal dari musim kejayaan baru di Turki? Mourinho mungkin sedang menulis babak baru yang tak kalah klasik dari kisah lamanya.***












