SAMUDERA NEWS- Pekon Banyumas, kecamatan Banyumas, mengukir jejak gotong royong yang menginspirasi dalam lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten 2025. Bukan sekadar kemenangan, mereka mengincar dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.
Tim penilai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (PMP) kabupaten telah menilai bukan hanya persiapan, tetapi juga dampak kegiatan gotong royong bagi masyarakat. Camat Banyumas, Hartoyo, menekankan bahwa BBGRM adalah momentum untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui gotong royong.
“Kami berharap, keikutsertaan Pekon Banyumas dapat memotivasi pekon lain untuk menggalakkan gotong royong sebagai budaya,” ujar Hartoyo. Dari 12 pekon di kecamatan Banyumas, Banyumas terpilih karena komitmen mereka terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kepala Pekon Banyumas, Wasino, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong bukan hanya persiapan lomba, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, serta mempererat tali persaudaraan,” katanya. Fokus pada pembersihan jalan menuju TPU adalah bentuk penghormatan menyambut Ramadan, sekaligus menciptakan lingkungan yang asri.
“Kami berharap, prestasi di BBGRM dapat menjadi pemicu semangat untuk terus membangun pekon,” ujar Wasino. Camat dan aparatur pekon turut serta meninjau kegiatan gotong royong, memastikan semua berjalan lancar dan memberikan dampak positif.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa/Pekon, Lasmini, menjelaskan bahwa penilaian BBGRM bukan hanya tentang hasil, tetapi juga proses dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.***












